berita-image-haeder

"opendesa" Lepas Landas Menuju Transformasi Digital Masyarakat

Minggu, 18 Januari 2026

Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika

1 Kali

Berita ini dibaca

0 Kali

Berita ini dibagikan

berita-image

‎LIMA PULUH KOTA, DISKOMINFO --- Perkumpulan Desa Digital Terbuka atau dikenal "OpenDesa" resmi membuka Kantor Sekretariat Nasional (Setnas) di Jorong Lakuak Dama, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa), Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (14/1/2026). Peresmian Setnas ini dilakukan berbarengan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-III Opendesa dengan tema "MENGANTAR OPENDESA LEPAS LANDAS", yang dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota, H Safni Sikumbang. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Doni Ikhlas, Wakil Ketua DPRD, Muhammad Fadhlil, Jajaran Dinas Kominfo, DPMDN, Kesbangpol, NIniak Mamak, Forkopimca serta Ketua Dewan Pengawas OpenDesa Edi Ridwan dan Maskar Dt Pobo. 

Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, saat membuka Munas, menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran OpenDesa di wilayahnya. Ia berharap Sitapa bisa menjadi contoh bagi seluruh nagari di Limapuluh Kota. ‎"Kami akan mendukung dan berjuang bersama OpenDesa. Seluruh nagari diharapkan bisa melaksanakan program ini agar pelayanan desa lebih transparan, terbuka, dan mampu bersaing dalam teknologi serta inovasi," tutur Safni.

Selanjutnya Bupati menekankan bahwa untuk memperkuat komitmen terkait hal ini Pemerintah Daerah secara resmi melakukan mou dan melakukan perjanjian kerjasama dengan Opensid. Dimana melalui perjanjian kerjasama ini telah dilakukan migrasi untuk seluruh aplikasi Opensid pada nagari ke server resmi Dinas Komunikasi dan Informatika yang akan dikelola bersama-sama. "Sehingga diharapkan kedepannya dapat menjamin keamanan, keandalan, dan keberlangsungan data nagari secara maksimal. Salah satu capaian kerja sama ini adalah pelaksanaan penandatanganan secara elektronik sudah dapat dilakukan sebagai upaya mempercepat proses administrasi dan layanan publik bagi masyarakat," ungkap Safni. 

Bupati mengharapkan Peresmian Kantor Setnas OpenDesa ini menjadi tonggak baru penguatan digitalisasi desa menuju konsep Desa Cerdas di Indonesia. "Teruslah berkomitmen untuk menjaga semangat awal yang dibawa oleh para pelopor dengan semangat gotong royong, dimana terdapat putra Kabupaten Lima Puluh Kota yang berkontribusi secara aktif sebagai pelopor berdirinya perkumpulan desa digital terbuka ini," pungkasnya. 

‎Salah satu penggagas berdirinya OpenDesa adalah mantan Wali Nagari Sitapa, Maskar Dt Pobo. Menurut Maskar, membangun desa berbasis digital ternyata berawal dari obrolan sederhana di media sosial. Kini, OpenDesa hadir sebagai lembaga pengelola yang siap melayani kebutuhan desa. Maskar mengatakan, aplikasi Open SID dapat diunduh dan sudah dimanfaatkan oleh sekitar 24.000 desa di Indonesia. "Selain itu, OpenDesa juga menyiapkan sistem pengurusan, server, hingga kantor virtual untuk memudahkan desa dalam mengelola data dan pelayanan publik," sebut Maskar. Ia menilai keberadaan OpenDesa sangat penting untuk memastikan desa benar-benar terlayani. Maskar berharap, pemerintah daerah hingga pusat dapat memberikan dukungan penuh, terutama dalam hal kebijakan, server, dan hosting. 

Sementara itu ‎Ketua Panitia, Heri Wanda, menyebutkan bahwa pembukaan Sekretariat Nasional di Sitapa merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan program OpenDesa yang berbasis pada pengurus desa di seluruh Indonesia.(*)