Musrembang Tk Kecamat Tahun 2026
Pembangunan | Rabu, 04 Februari 2026
Kamis, 26 Maret 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
2 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
Lima Puluh Kota, Diskominfo -- Rencana pembangunan Islamic Center dan Balai Adat di Kabupaten Lima Puluh Kota disambut hangat dari para perantau. Dukungan tersebut bahkan diwujudkan secara nyata dengan kesiapan Haji Buyuang, perantau asal Padang Jopang, Nagari Tujuah Koto Talago untuk menghibahkan tanahnya di Kawasan Harau seluas 30.000 meter persegi demi terwujudnya pembangunan fasilitas yang sarat nilai religius dan budaya tersebut.
Di tengah arus modernisasi yang kian menggerus nilai, para perantau justru menunjukkan sikap berlawanan: kembali menancapkan akar. Langkah ini menjadi penegas bahwa hubungan emosional antara rantau dan kampung halaman tidak pernah putus. Justru, dari kejauhan itulah lahir kesadaran kolektif untuk memastikan nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah tetap hidup, tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi nafas kehidupan.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang dengan nada tegas menyebut, dukungan perantau sebagai kekuatan moral sekaligus energi besar yang tidak ternilai.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah kebangkitan. Ketika perantau turun tangan, kita sedang menyaksikan bagaimana kecintaan terhadap daerah menjelma menjadi aksi nyata. Ini tentang harga diri, tentang jati diri, tentang masa depan,” ujar Bupati saat peninjauan lokasi rencana pembangunan di Kawasan Wisata Harau, Kamis, (26/03/2026).
Bupati Safni menyampaikan, permohonan pembangunan Balai adat telah disampaikan kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon sekaligus perantau asal Nagari Lubuak Batingkok.
"Tahun 2025 lalu, permohonan kami disambut baik pak mentri dan siap merealisasikannya. Pemda telah menyiapkan lahannya seluas 1 hektar. Namun, pak mentri meminta lahannya minimal seluas 3 hektar," ungkap Bupati Safni.
Ia menambahkan, untuk pembangunan Islamic Center, perantau Lima Puluh Kota lainnya turut menyatakan kesiapan secara kolektif untuk memberikan dukungan materil maupun moril.
“Kita tidak sedang membangun bangunan biasa. Kita sedang membangun pusat peradaban—tempat di mana agama menjadi pedoman, adat menjadi pegangan, dan generasi masa depan ditempa dengan nilai. Ini adalah investasi besar untuk melawan lupa, melawan hilangnya identitas,” tegasnya lagi.
Dihadapan Bupati, Haji Buyuang menyampaikan bahwa ia di rantau merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi dan siap menghibahkan tanah demi terwujudnya Islamic Center dan Balai Adat.
"Insyaallah niat baik kita dimudahkan Allah SWT. Semoga pembangunan Balai Adat dan Islamic Center ini berjalan lancar. Semoga membawa kebermanfaatan untuak Nagori kito," ucapnya.
Haji Buyuang juga menghimbau perantau lain untuk terus berikhtiar dan partisipasi mambangun Nagori serta Kabupaten Lima Puluh Kota. (MFS/Kominfo).
Pembangunan | Rabu, 04 Februari 2026
Pembangunan | Rabu, 28 Januari 2026
Pembangunan | Rabu, 28 Januari 2026
Pembangunan | Selasa, 27 Januari 2026
Pembangunan | Selasa, 27 Januari 2026