Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, “Lima Puluh Kota Bangkit”


Post by : Admin, 09 Maret 201715:56:53
2144 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

LIMA PULUH KOTA, Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Lima Puluh Kota menyebabkan peningkatan debit air di Batang Maek, Batang pangkalan mulai pukul 04.00 WIB (3/3) yang mengakibatkan sungai meluap ke pemukiman warga dan longsor di Sejumlah titik.

Terpantau 11 Kecamatan dari 13 Kecamatan yang ada di kabupaten Lima Puluh Kota terkena dampak dari musibah ini, antara lain Kec. Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Lareh Sago Halaban, Suliki, Bukik Barisan, Luak, Akabiluru, Guguak, Situjuah V nagari. Daerah terparah yang terkena dampak adalah Kec.Pangkalan dan Kec.Kapur IX Bupati Lima Puluh Kota, sekaligus Penanggung Jawab Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Longsor Lima Puluh Kota 2017, mengatakan jumlah Korban Jiwa sebanyak 7 orang meninggal dunia, atas nama Doni Fernandes(31), Teja(19), Yogi Saputra (23), Muklis(45), Karuddin (25), NN(bayibaru lahir), Ronni M.Riza (23). Selain itu 2 orang juga dilaporkan luka berat atas nama Syamsul Bahri (22), Candra (42).

Sampai saat dilaksanakan konfrensi Pers yang dilakukan Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Longsor Lima Puluh Kota 2017 di Aula Ex Kantor Bupati Payakumbuh (9/3) dilaporkan tidak ada pengungsi akibat bencana ini sedangkan rumah yang terkena dampak banjir sebanyak 3.556 unit rumah. Ruas Jalan nasional penghubung Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau sudah bisa dilewati dan distribusi kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan dasar telah menjangkau seluruh kecamatan terdampak bencana, terang Irfendi Arbi. Irfendi Arbi juga menyampaikan kendala dilapangan seperti jauhnya posko utama dengan daerah terdampak, pencarian korban longor hanya dapat dilaksanakan dengan peralatan manual ditambah lagi dengan tidak akuratnya oordinat desa terisolir yang menyulitkan tim pendistribusian logistik lewat udara.

Disaat yang sama, Bupati Lima Puluh Kota juga menetapkan Perpanjangan masa tanggap darurat yang semula sampai dengan 9 Maret 2017 menjadi sampai tanggal 16 Maret 2017. Masyarakat terdampak bencana sangat membutuhkan sembako(sembilan bahan pokok), airminum, pakaian dan perlengkapan sekolah. (kominfo)

Sampaikan komentar & saran