PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK UNGGAS KERJASAMA DENGAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)


Post by : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, 31 Januari 202014:46:32
981 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

LIMA PULUH KOTA. Usaha peternakan terus dikembangkan karena tingginya permintaan akan produk-produk peternakan. Usaha peternakan juga memberikan keuntungan yang cukup tinggi bagi banyak masyarakat peternak di Indonesia. Namun demikian, sebagaimana usaha lainnya, usaha peternakan juga menghasilkan limbah yang dapat menjadi sumber pencemaran. Oleh karena itu, untuk meminimalkan limbah peternakan perlu dilakukan pengolahan untuk menjaga kenyamanan pemukiman masyarakat sekitar. Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan antara lain feses / kotoran ternak, urin / air kencing ternak, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang.

Seiring bertambahnya penduduk dan minimnya lahan pekerjaan, banyak pengusaha dan peternak yang menempatkan lahan peternakannya disekitar rumah penduduk yang akan mempengaruhi lingkungannya. Pengolahan limbah yang dilakukan dengan baik selain dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan juga memberikan nilai tambah terhadap usaha ternak. Pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai pupuk kompos dapat menyehatkan dan menyuburkan lahan pertanian. Selain itu kotoran ternak juga dapat digunakan sebagai sumber energi biogas karena harga bahan bakar fosil yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang tidak konstan di pasaran, menyebabkan semakin terbatasnya akses energi bagi masyarakat termasuk peternak.

Dari permasalahan tersebut, beberapa waktu yang lalu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Bidang Perbibitan dan Produksi melakukan Bimtek Pengolahan Limbah Ternak Unggas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) Fakultas Peternakan yang menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi sebagai salah satu fungsinya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Dengan bimtek ini diharapkan dapat mencari solusi permasalahan yang dihadapai oleh peternak unggas. Peternak yang mengikuti bimtek ini diharapkan mendapat bekal, bagaimana cara pengolahan limbah ternak unggas secara baik dan menambah nilai ekonomis (nilai tambah), sehingga tidak mencemari lingkungan dan para peternak mendapatkan hasil tambahan dari usaha mengelola limbah ternak ini.

Pada Bimbingan Teknis Pengolahan Limbah Ternak Unggas untuk Pelaku Usaha ini diikuti oleh 60 orang pelaku usaha peternakan unggas dengan narasumber dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), materi antara lain : - Pengolahan Pupuk Organik – Pembuatan Mikroorganisme Lokal - Pembuatan Produk Pupuk Cair Organik dan Standarisasi Pupuk Cair Organik. Manfaat yang dapat diambil oleh peserta dari pelaksanaan bimbingan teknis ini adalah sebagai berikut : - Limbah ternak terutama limbah ternak unggas sangat baik untuk diolah lebih lanjut dan bernilai economist - Limbah yang dimanfaatkan adalah limbah yang selama ini dianggap mencemari lingkungan dan belum dimanfaatkan secara optimal serta setelah dilakukan pengolahan terhadap limbah ternak unggas, hasil olahan ini ternyata sangat baik terhadap tanaman.

Dengan adanya bimtek ini peserta dapat berdiskusi langsung dengan narasumber yang memberikan materi sehingga nantinya dapat mengetahui cara dan prosedur dalam pengolahan limbah ternak unggas dan permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan usaha peternakan unggas. Diharapkan dengan diaplikasikannya pengolahan limbah ternak ini untuk usaha pembuatan pupuk organik, akan mendapatkan nilai tambah ekonomis serta mengurangi dampak negatif bagi masyatakat disekitar lokasi usaha peternakan tersebut. Masyarakat akan termotivasi melakukan usaha peternakan tanpa khwawatir terjadinya konflik dengan masyarakat disekitarnya, sehingga daerah ini semakin terkemuka sebagai penghasil produk peternakan (daging dan telur) ditingkat provinsi maupun nasional (NY).

 

Sampaikan komentar & saran