KELOMPOK TANI TIGO ALUA SAIYO PERINTIS TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN MUNGKA


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 10 Oktober 202014:27:39
27 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Kelompok tani Tigo Alua Saiyo terletak di jorong Lubuak Simato Nagari Sungai Antuan  Kecamatan Mungka yang diketuai oleh Desmil Nofera dengan anggota sebanyak 25 orang.  Kelompok ini memiliki lahan sawah sekitar 25 Ha yang sudah menerapkan teknologi jajar legowo sejak tahun 2013.

Teknologi jajar legowo adalah salah satu sistem penanaman padi   di Indonesia yang pada intinya dilakukan dengan cara mengatur jarak antar benih pada saat penanaman. Sistem ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil padi dibanding dengan penggunaan sistem konvensional.  Jajar legowo pada dasarnya berasal dari kata jajar bercampur lego (lega), dan dowo (panjang), yang keduanya berasal dari bahasa jawa. Namun makna aslinya adalah cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Metode tanam seperti ini adalah salah satu rekomendasi paket Pengelolaan Tanaman Terpadu  (PTT).

Penerapan Teknologi Jajar Legowo di Kecamatan Mungka berawal dari  kegiatan Demfarm Balai Penyuluh Pertanian (BPP) seluas 0,25 ha yang didampingi oleh Tamrul sebagai Penyuluh Pertanian Nagari.  Hingga saat ini Penerapan Teknologi Jajar Legowo sudah berkembang dilahan kelompok Tigo Alua Saiyo bahkan sudah menyebar ke lahan-lahan sekitar.

Teknologi Jajar Legowo ini memiliki manfaat antara lain :

  1. Menambah jumlah populasi tanaman padi hingga 30 %, berkolerasi meningkatkan produksi.
  2. Dengan adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman.
  3. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. dengan adanya baris kosong hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan.
  4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.
  5. Dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil

Teknologi jajar Legowo ini dikembangkan dengan pendampingan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui BPP dan Jajaran Penyuluh Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota.  Melalui serangkaian program dan Kegiatan Dinas, Berupa Sekolah Lapang, Demfarm, Demplot, bantuan saprodi dan alsintan, diharapkan mampu ikut serta mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional melalui peningkatan produksi dan produktivitas padi.  /(MGK)

Sampaikan komentar & saran