LimaPuluh Kota Kembangkan 6Ha Komoditi Hortikultura


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 03 Maret 202017:33:34
269 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai salah satu Sentra Komoditi Hortikultura di Propinsi Sumatera Barat, terus berupaya untuk melakukan pengembangan terutama pada komoditi buah dan sayuran pada wilayah-wilayah yang menjadi sentra produksi didaerah ini. Pada tahun 2020, sebanyak 15 kelompok tani yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota akan dibekali Peningkatan Kemampuan Penerapan Teknologi Budidaya dan ditunjang dengan fasilitasi sarana produksi dan perlindungan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Saat ini tengah dilakukan identifikasi dan verifikasi , yang merupakan tahapan dalam menentukan calon kelompok tani (CP) dan calon lokasi (CL) berdasarkan usulan dari kelompok tani ataupun kajian bidang teknis terhadap potensi masing-masing wilayah, dalam kesempatan ini yang meliputi  kecamatan Lareh Sago Halaban, Akabiluru, Gunuang Omeh, Situjuah Limo Nagari, Bukik Barisan dan Pangkalan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di lahan hortikultura yang dimiliki oleh anggota kelompok tani dengan total seluas 6 ha”, terang Kepala Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Kabupten Lima Puluh Kota, Ir. Eki Hari Purnama, M.Si, selasa (03/03/2020). Diterangkan lebih lanjut oleh Kepala Dinas sumber pembiayaan kegiatan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020.

Berdasarkan data statistik di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2019 total luas pertanaman jeruk seluas 9.584,41 ha dengan produksi 39.593,23 ton, sementara cabai 697 ha dengan produksi 18.647,8 ton dan bawang merah 145 ha dengan produksi 1.031,7 ton. Sentra produksi jeruk tercatat antara lain kecamatan Gunuang Omeh, Bukik Barisan dan Lareh Sago Halaban, sementara sentra produksi cabai terdapat pada kecamatan Suliki, Bukik Barisan, dan Luak, dan untuk sentra produksi bawang merah pada kecamatan Bukik Barisan, Suliki, dan Situjuah Limo Nagari.

Adapun rincian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah berupa Sekolah Lapang Good Agriculture Practices(SL-GAP) Jeruk/Teknik Budidaya Jeruk yang baik pada 1 (satu) kelompok tani, Pengembangan Kawasan Jeruk pada 3 (tiga) kelompok tani sebanyak 3 ha, Pemeliharaan Jeruk pada 7 (tujuh) kelompok tani, Pengembangan Kawasan Bawang Merah pada 2 (dua) kelompok tani sebanyak 1 ha, dan Pengembangan Kawasan Cabai pada 2 (dua) kelompok tani sebanyak 2 ha.

Disisi lain Kepala Dinas mengharapkan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan sesuai hasil identifikasi dan verifikasi agar melaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan kegiatan sehingga berdampak pada cara bercocok tanam yang baik dan meningkatkan produksi komoditi jeruk, cabai, dan bawang merah.

Sampaikan komentar & saran