JAMBORE PERTANIAN ORGANIK TINGKAT NASIONAL TAHUN 2019


Post by : Bagian Humas Sekretariat Daerah, 26 Juli 201908:16:38
207 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Lima Puluh Kota,-- Baru pertama kali diadakan di Indonesia, dan Kabupaten Lima Puluh Kota terpilih jadi tuan rumah Jambore Pertanian Organik Tingkat Nasional Tahun 2019.

“Banyak tanaman holtikultura yang disemprot dengan Pestisida kimia secara berlebihan tapi tidak ada yang bersuara. Siapa yang berkompanye tentang penyedian pangan sehat, tidak ada” ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Horti-kiltura Kementerian Pertanian Ir.Sri Wijayati Yusuf,M.Agr,Sc pada acara Pembukaan Jambore Pertanian Organik Tingkat Nasional Tahun 2019 di Kabupaten Lima Puluh Kota di Jr.Kubang Rasau Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rabu (24/7).

Jambore Pertanian Organik Tingkat Nasional Tahun 2019 ini bertujuan  mengkampanyekan, promosikan, mensosialisasikan, pangan sehat hortikultura sehat.Apa artinya pangan sehat, pangan yang tidak over dosis pengunaan bahan pestisida kimia, pangan yang tidak berlebihan mengunakan pupuk kimia, kita kembali ke alam, ucap Ir.Sri Wijayati Yusuf,M.Agr,Sc.

Kita harus padu, di APBN harus mengalakan pertanian ramah lingkungan bukan hanya produksi tapi juga kwualitas pangan, kata Ir.Sri Wijayati Yusuf,M.Agr,Sc.

Alam yang diciptakan Allah SWT begitu indahnya harus kita jaga hal ini sesuai dengan Program yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian Go-Organik, yaitu perkembangan pertanian secara organik sesuai dengan Nawa Cita Jokowi.

Bupati Lima Puluh Kota yang diwakili Sekdakab Drs.Widya Putra,M.Si, sebagai tuan rumah merasa bangga dengan tamu dari seluruh Indonesia ini adalah sebagai prestasi yang merupakan tercatat   sebagai sejarah bagi Kabupaten Lima Puluh Kota.

Karena ini Jambore dan Temuwicara maka ikutilah dengan baik dan kita sukseskan kegiatan ini, lanjut Sekdakab Drs.Widya Putra,M.Si.

Kadis Pertanian Provinsi Sumbar Hendra, mengatakan kosumsi pangan kita sekarang tidak jelas dengan Jambore Pertanian Organik dapat mendorong Sumbar utamanya Indonesia dapat menggerakan potensi kita.

Sumbar ada 2 kelompok Lima Puluh Kota dan Agam sekarang sudah memasarkan beras organik secara kontinue, Agam sudah 5 Ton/Minggu dan Lima Puluh Kota 2.5 Ton/Minggu yang sudah ada kotraknya dan ini dapat di dukung oleh Bupatinya, ucap Hendra.(her)

Sampaikan komentar & saran