Bupati Minta Peran Niniak Mamak


Post by :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: user_name

Filename: limapuluhkota/v_beritadetail.php

Line Number: 263

Backtrace:

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/views/limapuluhkota/v_beritadetail.php
Line: 263
Function: _error_handler

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/controllers/Limapuluhkotaterkini.php
Line: 90
Function: view

File: /var/www/clients/client42/web41/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

, 16 September 201504:23:37
2426 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

BUPATI Lima Puluh Kota Alis Marajo mengharapkan niniak mamak dapat membentuk forum komunikasi dan koordinasi limbago adat di tiap kecamatan dan nagari sebagai wadah penghubung antar limbago adat maupun dengan pemerintah daerah. Tak kalah pentingnya, niniak mamak ikut menciptakan Pilkada badunsanak.

Harapan itu disampaikan Bupati dalam paparannya pada acara sosialisasi dan pemantapan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pemerintahan Nagari di aula UDKP Kecamatan Suliki, kemaren.

“Kita berharap forum ini dapat mengaktifkan kembali wadah organisasi atau forum sebagai penghubung antar limbago maupun dengan pemerintah. Kita juga menginginkan limbago adat tetap berperan aktif dalam pelaksanaan program pembangunan di daerah ini,” ujar Alis.

Mantan Ketua LKAAM Kabupaten Lima Puluh Kota itu mengingatkan, organisasi masyarakat yang ada di nagari seperti LKAAM bukanlah lembaga peradilan yang menentukan salah dan benar sebuah perkara. Bila ada silang sengketa dalam persoalan adat, niniak mamak diharapkan bisa menyelesaikannya dengan musyawarah.

Lebih lanjut Alis menghimbau niniak mamak untuk senantiasa mengingatkan semua pihak di nagari agar pelaksanaan Pilkada Desember mendatang tidak merusak rasa persatuan dan kesatuan serta rasa badunsanak di tengah anak kemenakan dan masyarakat. Beda pilihan jangan sampai menimbulkan perpecahan dan gesekan.

“Kita tidak ingin Pilkada tahun ini diwarnai hujat menghujat. Silahkan beda pilihan, tapi usai pesta demokrasi itu biduak lalu kiambang batauik,” ujar Alis dalam bahasa minang.

Sebelumnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Lima Puluh Kota Syahrial Amri, S.Sos, M.Si dalam laporannya menjelaskan pembentukan forum koordinasi dan komunikasi limbago adat nagari guna memberdayakan dan meningkatkan peran serta fungsi serta pengembangan kapasitas limbago adat nagari.

“Dengan adanya limbago adat tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi antar limbago adat dengan limbago adat nagari nagari lainnya serta dengan lembaga lain dan pemerintah daerah,” tutur Syahrial.

Diakui Syahrial, lembaga di nagari tersebut merupakan elemen penting dalam pembangunan nagari, termasuk dalam menggerakan pertisipasi masyarakat sehingga keikutsertaan masyarakat dapat dikembangkan lebih luas dalam proses pelaksanaan program pembangunan.

Sosialisasi itu dihadiri para niniak mamak dari tiga kecamatan yang masing-masingnya Kecamatan Suliki, Gunuang Omeh dan Bukit Barisan. Ikut hadir dalam acara itu camat ke tiga kecamatan serta Kabag Hukum Setkab Lima Puluh Kota Eri Fortuna, SH. (509)

Sampaikan komentar & saran