Kinerja 100 hari kepemimpinan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Lima Puluh Kota


Post by : Dinas Komunikasi dan Informatika, 07 Juni 202119:50:27
84 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Lebih kurang 100 hari pertama pemerintahan sudah kami jalani. Dalam penjelasan sebelumnya kami telah sampaikan bahwa kerja-kerja pemerintahan baru adalah memaksimalkan pencapaian program yang telah direncanakan oleh pemerintahan sebelumnya, sebagaimana tertuang di dalam APBD Limapuluh Kota tahun 2021.

Tugas berikutnya adalah meletakkan fondasi untuk perencanaan pembangunan tahun depan hingga "setidaknya" periode kami berakhir, yaitu tahun 2024. Fokus kami salah satunya adalah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Selanjutnya melakukan singkronisasi program. Tujuannya adalah agar program-program nasional dapat kita eksekusi di daerah, dan program-program daerah mendapatkan kucuran anggaran dari pemerintah pusat.

Sangat sering kami berkoordinasi dengan gubernur dan wakil gubernur, termasuk juga dengan pimpinan OPD pemerintah provinsi. Bahkan hubungan yang terjalin tidak sekedar hubungan atasan - bawahan, tapi seperti hubungan berkeluarga yang dekat. Gubernur saat diundang ke Limapuluh Kota oleh salah satu pesantren tahfidz di Kec. Harau meminta saya mendampingi beliau ke acara walimahannya Bupati. Saya pun demikian, mengenal gubernur sejak di bangku kuliah, 16 tahun yang lalu. Begitu juga dengan wagub, dalam beberapa kesempatan kami bersilaturahim di rumah pribadi beliau. Insya Allah Bupati dan Wakil Bupati dapat membina hubungan yang lekat dengan gubernur dan wakil gubernur.

Apakah ini PENTING dalam mengurus pemerintahan ? Apakah ini berpengaruh kepada pembangunan ?

TENTU SAJA. Banyak urusan tuntas setelah ngobrol santai setelah makan. Terlalu banyak pekerjaan tidak dapat kita selesaikan hanya dengan mengandalkan hubungan formalitas saja.

Selanjutnya kami, bupati dan wakil bupati sering dinas luar, terutama ke Jakarta. Kami bersilaturahim dengan anggota DPR RI, mentri, wakil mentri, dirjend, dan direktur-direktur di kementrian. Insya Allah minggu ini saya juga akan bertemu dengan 4 orang anggota DPR RI di Jakarta.

Apa tujuan kita ???

1. Kita meminta dukungan politik kepada para anggota DPR RI untuk mendapatkan dukungan anggaran dalam rangka merealisasikan program-program besar daerah. Anggota DPR RI dengan besarnya kekuasaan dan pengaruh yang diatur oleh undang-undang akan sangat besar pengaruhnya kepada dukungan pemerintah pusat kepada Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan dukungan mereka kita yakin banyak yang bisa kita lakukan mulai tahun 2022. Misalnya program pembangunan Ibukota Kabupaten yang kami prediksi membutuhkan anggaran ratusan milyar. Insya Allah dengan dukungan mereka, program ini dapat kita mulai tahun 2022. Tanpa dukungan mereka, atau hanya mengandalkan APBD saja, puluhan tahun dari sekarang, kita belum akan melihat ibukota yang membanggakan.

2. Menemui dan mendatangkan Kepala Bappenas atau Mentri PPN. Target kita adalah mendapatkan Dana Alokasi Khusus lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu juga untuk percepatan dan dukungan pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional di Limapuluh Kota. Contohnya monumen Bela Negara. Jika pembangunan ini disegerakan, maka potensi anggaran yang akan masuk ke Limapuluh Kota bisa lebih dari 1 T. Alhamdulillah beliau berkomitmen untuk menyelesaikannya paling lambat tahun 2024. Selain itu kita ingin program-program unggulan bidang pertanian dan pariwisata menjadi program strategis nasional sehingga dukungan anggaran baik dari pemprov dan pemerintah pusat berdatangan ke Limapuluh Kota.

Demikian ulasan sementara, nanti kami lanjutkan dengan pembahasan kunjungan 3 mentri/wamen lainnya. Kami jelaskan ini agar masyarakat memahami bagaimana kita mengatur pemerintahan. Kita tidak dapat melaksanakan sesuatu walaupun itu "harus", tanpa ada perencanaan satu tahun sebelumnya.

Kami berikan contoh, :

1. Ada jalan jelek, bahkan sangat buruk. Bupati dan wakil bupati tidak akan bisa memperbaikinya jika tidak ada dalam perencanaan tahun 2020. Lalu apa yang kita lakukan tahun ini ? Kita memasukkannya dalam perencanaan pembangunan tahun 2022.

2. SAFARUDDIN - RKN memiliki program unggulan salah satunya membangun rumah sakit. Apakah bisa dilakukan tahun 2021 ? TIDAK BISA. Kenapa ? Karena belum direncanakan pada tahun 2020. Lalu apa yang kita lakukan tahun ini ? Tahun ini kita membuat perencanaanya untuk MULAI melakukannya pada tahun 2022.

3. SAFARUDDIN - RKN memiliki program unggulan membangun IKK. Apakah bisa kita bangun tahun 2021??? Jawabannya TIDAK BISA. Kenapa ? Karena tidak ada perencanaan pada tahun 2020. Apa yang kita lakukan tahun ini ? Kita membuat perencanaannya. Kita membangun komunikasi dengan pejabat berkepentingan, seperti Gub/wagub dan kementrian.

Jadi tahun 2021 adalah tahun perencanaan dan tahun meletakkan fondasi pembangunan sesuai dengan visi misi SAFARUDDIN - RKN.

Jangankan program-program besar, kegiatan kecil membantu 1 JT saja kepada UMKM/IKM tidak bisa dilakukan oleh bupati dan wakil bupati APABILA TIDAK ADA DALAM PERENCANAAN TAHUN SEBELUMNYA.

Sampaikan komentar & saran