Gali Potensi Seni Tradisi, Anak Muda Nagari Sitapa Gelar Legusa Musik Festival


Post by : Dinas Komunikasi dan Informatika, 02 Juli 201811:20:12
602 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Lima Puluh Kota - Sekumpulan anak muda Nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padang panjang, (Sitapa) Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota menggelar pengelaran musik seni tradisi yang mereka kemas dalam iven Legusa Musik Festival.

Tak tanggung-tanggung, selama enam malam terhitung sejak Senin hingga Sabtu (18/23/6), Legusa Musik Festival  digelar secara road show di 6 Jorong yang ada di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang.

”Pengelaran Legusa Musik Festival ini, berangkat dari kegelisahan anak-anak muda Nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang, terhadap seni tradisi yang mulai tergerus zaman. Berbeda dengan aksi panggung dan pertunjukan seni lainnya, Legusa Musik Festival adalah ajang kreatifitas seni tradisi yang dikemas secara apik dengan balutan pesona tradisi yang menganggumkan.” ungkap Keron Vibada, sang inisiator yang sekaligus curator pertunjukan didampingi Andes Satolari saat Legusa Musik Festival digelar, Rabu malam (20/6) di Jorong Tanjungharo Selatan.

Menggunakan alat musik tradisional seperti talempong, bansi, tifa gendang, gitar, rabab dan sejumlah alat musik tradisi lainnya, anak-anak muda yang tergabung dalam sanggar seni dari 6 jorong itu, masing-masing mempertontonkan kehebatan mereka memainkan peran seni , sehingga pagelaran Legusa Musik Festival itu benar-benar menjadi sebuah tontotan seni tradisi yang menarik.

Sanggar Seni Carano Badatiang dari Jorong Tanjungharo Selatan yang menampilkan seni musik talempong dipadu dengan sikatuntuang, adalah salah satu pertunjukan seni tradisi yang menarik dan memukau para penonton, termasuk sejumlah turis asing dari Australia yang ikut menyaksikan pengelaran Legusa Musik Festival yang digelar malam itu.

Walinagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang, Maskar Musdar Datuak Pobo, saat pengelaran mengatakan bahwa, kegiatan Legusa Musik Festival ini murni memberdayakan anak nagari dengan segenap kearifan
lokal yang dimiliki sehingga menjadi hiburan rakyat yang menarik untuk ditonton.

“Kita tidak menyangka antusiasme masyarakat menyaksikan pengelaran Legusa Musik Festival yang digelar anak muda ini. Pengelaran seni tradisi ini adalah kreatifitas para anak muda yang ada di nagari ini. Diharapkan pengelaran seni tradisi ini terus berkembang. Jika perlu, pengelaran Legusa Musik Festival ini menjadi kalender pariwisata di Nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang,” harap Maskar Musdar Datuak Pobo sekaligus mengakui bahwa pengelaran ini digelar dalam kondisi keterabatasan dukungan anggaran.

Sementara tokoh muda Luak Limopuluah, Nil Maizar yang juga bakal calon anggota DPR RI, yang ikut memberikan dukungan dan bantuan terselenggaranya road show Legusa Musik Festival di Jorong Tanjungharo Selatan, meski tidak sempat hadir langsung menyaksikan pengelaran seni tradisi itu, melalui perwakilannya, Irnaldi Bainar, mengharapkan Legusa Musik Festival yang digelar anak-anak muda Nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang  ini agar terus dikembangkan.

“Kita berharap, tak hanya pemerintahan nagari dan para perantau saja yang mensuppor digelarnya Legusa Musik Festival ini. Namun, Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Pariwisata juga diharapkan memberikan dukungan kepada anak-anak muda Nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang, yang telah menggelar Legusa Musik Festival ini,” sebut Irnaldi Bainar sekaligus mengakui bahwa Legusa Musik Festival tak kalah hebatnya dengan iven Pasa Harau atau Festival Botuang yang pernah digelar di Luak Limopuluah.

Dikatakannya, pertunjungan seni tradisi ini harus terus dibina dan kembangkan. Pasalnya, Legusa Musik Festival ini punya potensi besar sebuah pertunjukan seni tradisi khas anak nagari. Artinya, ini adalah sebuah pertunjukan menarik, karena didalamnya ada nilai-nilai religi dan seni tradisi khas Minangkabau. 

Sumber : dekade.pos

Sampaikan komentar & saran