Ketika Kekeringan Melanda


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 01 September 201520:41:44
2402 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Kekeringan yang melanda sejumlah daerah khususnya di Kab. Lima Puluh Kota telah mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian terancam gagal panen. Dari laporan petugas di lapangan, sampai keadaan akhir Agustus 2015 ada 6 kecamatan yang terkena dampak kekeringan yaitu :

a. Kec. Lareh Sago Halaban

    Merupakan daerah terparah dilanda kekeringan dengan tingkat kerusakan berat tahun ini yaitu seluas 451 Ha pada lahan komoditi padi dan 7 Ha pada lahan palawija (jagung) dan seluas 149 Ha terkena puso. Bencana kekeringan ini tersebar di 7 nagari, yaitu : Bukik sikumpa, Batu payuang, Balai panjang, Sitanang, Tj. Godang, Labuah gunuang, dan Halaban.

b. Kec. Bukik Barisan

    Bencana kekeringan melanda 3 nagari di wilayah ini yaitu : Koto tangah, Banja laweh, dan Maek. Kekeringan terjadi pada lahan komoditi padi seluas 18 Ha dengan tingkat kerusakan ringan, 5,25 Ha dengan tingkat kerusakan sedang, dan 2,5 Ha dengan tingkat kerusakan berat.

c. Kec. Suliki

    Daerah ini yang terkena dampak kekeringan adalah nagari Tanjuang Bungo, yaitu seluas 3 Ha dengan tingat kerusakan ringan, 1 Ha rusak sedang dan 0,5 Ha rusak berat.

d. Kec. Luak

    Di daerah ini bencana kekeringan terjadi di 4 nagari yaitu : nagari Mungo, Sei. Kamuyang, Andaleh, dan Tj. Haro. Daerah ini juga termasuk yang parah dilanda kekeringan tahun ini, yaitu seluas 94  Ha dengan tingkat kerusakan ringan, 77 Ha dengan tingkat kerusakan sedang, dan 57 Ha rusak berat.

e. Kec. Situjuah Limo Nagari

    Bencana kekeringan terjadi di 5 nagari yaitu : Situjuah Gadang, Situjuah Banda Dalam, Situjuah Batua, Situjuah Tungka dan Situjuah Ladang laweh. Kekeringan terjadi pada lahan komoditi padi seluas 86 Ha dengan tingkat kerusakan ringan, 35 Ha dengan tingkat kerusakan sedang, 75, 5 Ha dengan tingkat kerusakan berat dan seluas 25 Ha terserang puso.

f. Kec. Harau

   Walaupun tingkat kerusakannya ringan namun luas daerah yang terkena kekeringan mencapai 268 Ha, tersebar di 5 nagari yaitu : taram, batu balang, koto tuo, gurun dan sarilamak. 

Masyarakat sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa pembangunan waduk/ embung sebagai tempat penyimpanan cadangan air, sehingga dampak kekeringan dapat ditanggulangi secara dini.

Sampaikan komentar & saran