PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) KEONG MAS


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 22 November 202018:47:10
621 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Dalam rangka meningkatkan kemandirian petani dalam hal penyediaan sarana produksi pertanian khususnya penyediaan pupuk untuk tanaman padi sawah, diperlukan kesadaran, kemauan serta kreatifitas petani untuk mau memanfaatkan potensi lokal yang ada. Salah satu potensi lokal yang selalu ada di lingkungan petani  adalah  hewan keong mas.  Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) adalah moluska air tawar yang menjadi hewan akuarium dan hama penting pertanaman padi di Indonesia, hama ini  biasanya menyerang padi saat masa vegetatif, yakni pada umur kurang dari 30 HST. Keong ini menyerang batang padi yang masih muda dengan cara memakannya. Tak selamanya merugikan, ternyata kehadiran keong mas juga mampu memberi keuntungan tersendiri bagi petani. Salah satunya adalah dengan mengolah keong mas menjadi Mikro Organisme Lokal (MOL). Mol keong mas mengandung auksin yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman. Selain itu keong mas juga mengandung protein, azospirilliam, staphylococcus, pseudomona, azobacter, mikroba pelarut phospat hingga enzim yang mempunyai segudang manfaat untuk tanaman budi daya.

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam hal pembuatan MOL keong mas ini, Penyuluh Pertanian di Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota bersama dengan Penyuluh pertanian Nagari Sarilamak menyampaikan kepada petani tentang cara pembuatan dan kegunaan MOL keong mas bagi pertanaman petani yang dilaksanakan melalui kegiatan Sekolah Lapang  Program Integrated Participatory Develompment  Management Of Irrigation Project (IPDMIP) di Kelompok Tani Buah Jerami Jorong Ketinggian Nagari Sarilamak Kabupaten Lima puluh Kota pada tanggal 22 September 2020 lalu.

Cara pembuatan MOL keong mas adalah dengan bahan baku berupa keong mas seberat lebih kurang 5 kg yang ditumbuk/dihancurkan terlebih dahulu, Air kelapa 10 liter dan 1 Kg Gula merah.  Semua bahan dicampur dan diaduk hingga rata yang dimasukkan kedalam wadah tertutup yang disambungkan ke botol kecil yang berisi air dengan slang kecil yang berfungsi yang berfungsi menertralkan gas yang terbentuk akibat proses fermentasi   lalu didiamkan selama lebih kurang 2 minggu.  Jika Mol yang dibuat berhasil  ditandai dengan tidak adanya bau busuk atau berbau khas seperti bau tape dan selanjutnya larutan Mol siap diaplikasikan.

MOL Keong mas ini bisa dimanfaatkan  sebagai bahan dalam pembuatan pupuk organik yakni sebagai aktifator atau bahan untuk proses dekomposisi/pelapukan bahan organik.  Selain  itu juga bisa digunakan sebagai  Zat Peransang tumbuh (ZPT) yang bisa diberikan pada tanaman mulai dari umur 10, 20,30, dan 40 Hari Setelah Tanam. /KJF

Sampaikan komentar & saran