Aksesibilitas Pendukung Peningkatan Ekonomi


Post by : Sekretariat Dewan, 11 Desember 201711:26:06
1135 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Lima Puluh Kota - Sejalan dengan Pemerintah melalui Nawacita berkomitmen untuk membangun Indonesia dari pinggir. Kabupaten Limapuluh Kota dalam Perda Nomor  6  tahun  2016  tentang  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016-2021 telah menetapkan misi keenam adalah meningkatkan infrastruktur untuk percepatan pembangunan dan daerah basis perjuangan yang bertujuan untuk  terarahnya pembangunan insfrastruktur kawasan di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tertatanya perkembangan pembangunan perkantoran sesuai dengan tata ruang, dengan sasaran-sasaran pembangunan sebagai berikut: 1. Kesesuaian rencana pembangunan dan tata ruang , 2. Pembangunan (dan penanganan) daerah tertinggal, daerah perbatasan (dan daerah rawan bencana).

" kita sangat mendukung percepatan pembangunan Limapuluh Kota yang dimulai daerah tertinggal, perbatasan serta terisolir seperti halnya jorong Nenan di Kenagarian Maek di Kecamatan Bukik Barisan, Nagai Galugua di Kecamatan Kapur IX , Simpang Kapuak - Kubang Balambak di Kecamatan Mungka yang sampai saat ini belum merasakan layaknya infrastruktur terutama jalan sebagai roda ekonomi masyarakat " Ujar ketua DPRD Limapuluh Kota yang merupakan Koordinator Komisi II Bidang Keuangan dan Pembangunan dengan OPD mitranya meliputi : Badan Keuangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Perhubungan.

" Pembenahan infrastruktur memang telah dilakukan secara bertahap, sesuai dengan target RPJMD telah ditetapkan angka 67,5 % Infrastruktur dalam kondisi baik pada tahun 2017 ini. Namun kenyataannya belum sampai 50 % kondisi Infrastruktur dalam kondisi baik , terutama jalan pada jorong-jorong yang masih terisolir  dan diperbatasan yang selama ini termaginalkan oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, apabila hal ini telah diperhatikan tentu tidak akan terjadi masyarakat jorong Nenan Nagari Maek akan datang menyampaikan aspirasinya ke DPRD "  ujar Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, SH  Politisi dari Partai Golkar yang dikenal bersahaja.

Hal senada ketua Komisi II yang membidangi Keuangan dan Pembangunan , H.Muhammad Ridha Ilahi  yang sangat fokus menyorot  berkaitan dengan keuangan dan pembangunan . Dimana menurutnya saat ini masalah infrastruktur di Limapuluh Kota terutama  menuju ke sejumlah lokasi wisata masih belum memadai. Hal inilah yang membuat wisatawan enggan berkunjung ke sejumlah kawasan wisata di daerah itu. Pemerintah perlu lebih giat membangun infrastruktur yang memadai seperti jalan , listrik dan telepon  dan prasarana lainnya. Itu semua demi kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.

"Limapuluh Kota mempunyai berbagai daya tarik wisata , seperti daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik wisata hasil buatan manusia yang tersebar di 13 Kecamatan di Limapuluh Kota. Kalau ingin mendatangkan lebih banyak wisatawan dan berkunjung ke sejumlah lokasi wisata tersebut, infrastruktur jalan, transportasi, listrik dan telepon perlu kita benahi . Dan payung hukum terhadap Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Limapuluh Kota  telah punya, yakni Perda Nomor 7 Tahun 2016 tinggal lagi bagaimana penggelolaanya yang payung hukumnya dalam bentuk Perda sedang di godok oleh DPRD Limapuluh Kota" ujar Ridha Ilahi politisi muda dari PDIP tersebut.

" ekonomi kreatif akan semakin berkembang jika dunia kepariwisataan terus tumbuh. Hal ini akan dapat meningkatkan pendapatan masayarakat yang mempunyai dampak akan kesejahteraan masyarakat.Untuk terus tumbuh, konsep, strategi dan kebijakan kepariwisataan harus mendukung sektor ini. " ulas Ridha Ilahi yang terkenal tegas dalam bertindak.

Ketua Komisi II dengan panggilan akrab Rido, mengatakan  " bahwa Limapuluh Kota  mempunyai potensi yang baik di bidang pariwisata. Sejumlah kawasan wisata yang layak dikunjungi yang telah menjadi Icon  Limapuluh Kota menurutnya adalah Lembah Harau yang telah mendunia. Objek ini perlu penanganan serius terutama sarana dan akses menuju dan keluar dari Lembah Harau. Tak kalah indahnya adalah Kelok Sambilan  dan Padang Mangateh serta sejumlah kawasan wisata lain yang sekarang dalam pengembangannya diberbagai kecamatan yang masih terkendala aksesibilitas menuju kesana.

Agar segala potensi kepariwisataan itu terus meningkatkan kunjungan wisman ke Limapuluh Kota, ada tiga konsep yang dikembangkan . Ketiganya adalah how to manage, how to promote dan how to service. Untuk itu , Pemeritah melalui  Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga agar terus memanage potensi yang sudah ada menjadi daya tarik kedatangan wisman. Di seluruh kecamatan di Limapuluh Kota, yang semua punya potensi wisata. Untuk itu, aksebilitas, amenitas (fasilitas penunjang pariwisata) dan atraksi harus sudah terpenuhi." Tukuk Ridho Ilahi ketua Komisi II dari Fraksi PDIP & PKB (Ketua), dengan anggota Komisi II : Irmantedi dari Fraksi Gerindra (wakil Ketua), Hj. Aida, SH dari Fraksi Demokrat (sekretaris) dan anggota sebagai berikut : Ir. Afri Yunaldi, IPM dari Fraksi Golkar, Irwin Idrus dari Fraksi Gerindra, Dra. Ridhawati dari Fraksi PPP, Amril B Dt Tan Bagindo dari Fraksi PDIP & PKB, Tedy Sutendi, SH dari Fraksi Hanura, Drs, Epi Suardi dari Fraksi Hanura, Hardedi.S.Sos dan Wardi Munir S.Ag dari Fraksi PKS & PBB, dan Akrimal Adham, SH dari Fraksi PAN.(Humas)

Sampaikan komentar & saran