Resi Gudang Menstabilkan Harga Gambir Tingkat Petani


Post by : Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM, 25 Oktober 201810:07:38
462 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Kementerian Perdagangan melalui dana DAK telah membangun 2 (dua) Gudang SRG (Sistem Resi Gudang) di Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu Gudang SRG di Nagari Sarilamak Kecamatan Harau dibangun tahun 2014 dan Gudang SRG di Nagari Gunung Malintang Kecamatan Pangkalan Kotobaru dibangun tahun 2017. Kedua gudang itu untuk menampung produk petani gambir Kabupaten Lima Puluh Kota.  Ketika harga gambir jatuh, petani menyimpan sementara gambir mereka di gudang SRG sambil menunggu harga naik kembali.  Petani yang menyimpan gambir di gudang SRG memperoleh resi gudang yang bisa dibawa sebagai agunan ke bank untuk memperoleh pinjaman berbunga lunak 6 % per tahun atau 0,5 % per bulan.

Secara lengkap manfaat Resi Gudang bagi petani adalah:

  1. Memperoleh harga jual yang lebih baik
  2. Memperoleh pinjaman dari bank
  3. Mendapatkan kepastian mutu dan jumlah komoditi
  4. Memepermudah jual beli kopmoditi lewat Pasar Lelang melalui jaringan on-line
  5. Mendorong para petani untuk berusaha secara berkelompok

Hal ini disampaikan Yuli Edi Subagio, pejabat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan dalam acara  Sosialisasi Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang Kamis 18 Oktober 2018 di Aula lantai 2 PLUT-KUMKM Kabupaten Lima Puluh Kota..  Pesertanya adalah koperasi dan petani gambir Kabupaten Lima Puluh Kota.  Sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Lima Puluh Kota dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat. 

 ===

 

 

Sampaikan komentar & saran