Irfendi Minta Wali Nagari Jadi Mata dan Telinga Bupati


Post by : , 28 Juli 201611:50:31
2599 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Wali nagari merupakan perpanjangan tangan bupati, bukan lawan bupati. Wali nagari harus bisa merubah paradigma dan jangan lagi ada yang merasa sebagai LSM, wartawan atau anggota DPRD. Demikian Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam sambutannya pada acara serahterima jabatan wali nagari se Kecamatan Harau dan wali nagari Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh, Rabu (27/7). “Kita tahu wali nagari itu ada yang berasal dari wartawan, LSM dan DPRD. Perlu disadari, kini kita bukan lagi tukang kritik, sebaliknya akan dikritik. Karenanya, wali nagari itu diharapkan berjiwa besar untuk menerima seluruh saran dan kritikan dari masyarakat,” ujar Irfendi di hadapan para wali nagari dan ebrbagai elemen masyarakat 10 nagari di kecamatan Harau dan di Sungai Beringin dalam kesempatan terpisah . Bila masih memposisikan diri sebagai wartawan, LSM atau DPRD, ujar Irfendi, dikhawatirkan tugas pokok dan fungsi wali nagari tidak berjalan sesuai harapan. Selain itu, wali nagari juga merupakan mata dan telinga bupati. Agar tahu kondisi masyarakatnya, wali nagari itu harus sering berada di tengah masyarakat. Bila senantiasa ada di lapangan, dipastikan pemimpin di wilayah pemerintahan terendah ini akan tahu siapa warga miskin yang tidak makan atau tidak sekolah yang perlu mendapatkan perhatian. “Wali nagari adalah perpanjangan tangan dan juga menjadi mata serta telinga bupati. Artinya, wali nagari harus tahu kondisi masyarakat serta tahu apa saja yang dibutuhkan masyarakat,” papar Irfendi. Lebih lanjut dijelaskan, wali nagari harus berusaha menyelesaikan setiap persoalan di nagarinya. Jangan sampai semua masalah sampaikan ke camat atau ke bupati. Tak kalah pentingnya, wali nagari harus fokus dengan tugasnya. “Kita tidak ingin waktu bekerja wali nagari tersita oleh urusan-urusan kecil yang tidak penting. Jika sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, bisa dipastikan seluruh urusan dan program di nagari akan terlaksana sesuai rencana,” tutur Irfendi. Dalam kesempatan itu Irfendi juga mengingatkan wali nagari agar taat dengan aturan berlaku. Ia tidak ingin terjerat persoalan hukum, apalagi kini dana desa yang dialokasikan ke nagari rata-rata sudah lebih dari Rp1 milyar. “Kita menyadari tugas wali nagari cukup berat. Agar tidak tersangkut persoalan hukum, wali nagari mesti ekstra hati-hati menggunakan dana desanya, Jika melanggar hukum, bupati bisa mencabut SK wali nagari bersangkutan,” ingat putera Koto Tangah Simalanggang ini. Pada bagian lain bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung dan bersatu padu memajukan nagari. “Mari kita dukung wali nagari membangun nagai ini. Jangan lagi ada pengkotak-kotakan di tengah masyarakat yang akan merugikan masyarakat sendiri,” simpul Irfendi. Sertijab itu masing-masingnya berlangsung di kantor camat Harau dan kantor wali nagari Sungai Beringin. Sepuluh wali nagari di Kecamatan Harau itu Wali Nagari Harau, Koto Tuo, Solok Bio-Bio, Sarilamak, Tarantang, Batu Balang, Bukik Limbuku, Gurun, Lubuak Batingkok dan Taram. Khusus di Sungai Beringin serahterima jabatan dilakukan dari penjabat wali nagari Yurma Dewi kepada Lukman Hakim, S.Sos. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran