Putera LPK Kembali Rebut Kalpataru


Post by : Bagian Humas Sekretariat Daerah, 15 Agustus 201604:21:40
1855 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Putera terbailk Kabupaten Limapuluh Kota kembali mengukir prestasi tingkat nasional di Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Jika sebelumnya tahun 2014 penghargaan itu direbut Aiptu Al Aswandi anggota Polsek Luak, tahun sekarang berhasil digondol Erwin (46) warga Jorong Sipingai Kenagarina VII Koto Talago Kecamatan Guguak. Aiptu Al Aswandi sukses merebut tropy Kalpataru yang merupakan supremasi atau penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, sedangkan Erwin meraih penghargaan Plakat Kalpataru untuk Kategori Penyelamat Lingkungan Hidup. “Penghargaan yang disabet Erwin ini setingkat di bawah penghargaan di diterima Aiptu Al Aswandi tahun 2014 lalu. Penghargaan itu diterima Erwin dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tingkat nasional di Siak, (23/7),” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota melalui Kasubid Konservasi Sumberdaya Air dan Keanekaragaman Hayati Adi Warman, S.Sos, M.M kepada wartawan di Sarilamak, Senin (15/8). Prestasi warga Sipingai itu, ujar Adi, cukup membuat bangga Kabupaten Limapuluh kota. Dedikasinya dalam bidang lingkungan hidup tidak bisa dianggap enteng. Dikatakan, kepeduliannya terhadap lingkungan hidup berawal dari keprihatinannya terhadap bukit yang ada di kampungnya Jorong Sipingai yang hanya ditumbuhi Ilalang dan semak belukar. Akibat tidak ada pepohonan, menjadikan areal perbukitan tersebut gersang dan membuat warga sulit mendapatkan sumber air bersih. “Tak hanya gersang dan senantiasa kering kerontang, areal perbukitan itu juga sering terbakar setiap kali musim kemarau. Beranjak dari kondisi yang memprihatinkan tersebut, Erwin berusaha menanami lahan itu seluas sekitar 1 hektar pada tahun 1996 lampau dengan tanaman karet,” papar Adi. Apa yang yang dilakukan Erwin cukup menggugah warga lainnya yang mempunyai lahan di areal perbukitan itu untuk ikut melakukan hal serupa. Warga lain juga berbondong-bondong menanami lahannya dengan karet. Bahkan dalam perjalanan waktu, mereka bisa bersatu dalam wadah kelompok tani Johor Baru. Hebatnya lagi, bukit yang dulu kosong melompong, kini sudah hijau oleh berbagai jenis tanaman dan pepohonan. Bahkan diperkirakan tidak kurang dari 350 hektar areal masyarakat di lokasi yang dulu kritis itu menjadi lahan perkebunan yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan lingkungan hidup. “Tidak tanggung – tanggung, ternyata lahan yang sudah ditanami Erwin beserta kelompok tani dan masyarakat sejak tahun 1996 sampai tahun 2016 sudah mencapai 350 hektar. Semua itu Erwin lah motivatornya,” tutur Adi. Apa yang dilakukan Erwin, menggugah pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan Plakat Kalpataru. Prestasi yang diraih putera Nagari Talago ini tentu diharapkan bisa meningkat lagi menjadi Tropy Kalpataru. Tak kalah pentingnya, akan bermunculan Erwin – Erwin lain. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran