BUPATI BERKUNJUNG KE KANTOR KEMENAG, PERERAT TALI SILATURRAHIM, BERSINERGI MEWUJUDKAN VISI DAN MISI LIMA PULUH KOTA


Post by : Bagian Kesra Sekretariat Daerah, 14 Februari 202220:14:38
72 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo di dampingi oleh Kabag Kesra H.Usman,S.Pd,M.M.P, berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Lima Puluh Kota di Tanjung Pati. Dalam kunjungan ini Bupati disambut langsung oleh Kepala Kemenag Drs.H.Naharuddin bersama Kasubag dan seluruh jajaran Kemenag. Hadir dalam pertemuan tersebut seluruh Kepala KUA, Penyuluh Agama baik PNS maupun Non PNS, Pengawas Madrasah beserta Kepala-kepala Madrasah dan Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Lima Puluh Kota.

          Dalam sambutannya Kepala Kemenag Lima Puluh Kota memaparkan kondisi SDM di seluruh jajaran kemenag, baik dari segi jumlah maupun fasilitas yang mencakup sarana dan prasarana terutama tenaga penyuluh. Kepala Kemenag juga menyampaikan bahwa perlu perhatian dari pemerintah daerah berupa sarana mobilitas untuk menunjang kelancaran tugas-tugas di tengah masyarakat.

          Selanjutnya dalam arahannya Bupati menyampaikan bahwa pentingnya dijalin hubungan silaturrahim antara Pemerintah Daerah dengan Kemenag beserta jajarannya, hal ini sangat diperlukan untuk meningkatkan sinergitas dalam pelaksanaan program dan kegiatan untuk mewujudkan visi Kab. Lima Puluh Kota yang Madani. Bupati menyadari bahwa untuk mewujudkan visi, misi serta prioritas pembangunan yang telah ditetapkan, khususnya Misi pertama yaitu “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Berbudaya dan Berdaya Saing Berlandaskan Keimanan” sangat diperlukan peranan jajaran Kemenag Lima Puluh Kota, terutama penyuluh agama yang sehari-hari bertugas bagaimana membina dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Tentunya hal ini  perlu perhatian kita bersama dan sinergi antara pemerintah daerah dengan stakeholders sangat diperlukan.

          Mewujudkan satu rumah tahfizh per nagari merupakan prioritas utama Pemerintah Daerah saat ini, oleh sebab itu peranan dari guru-guru TPQ dan MDTA mutlak diperlukan. Oleh karena itu pemerintah daerah selalu memberi perhatian dalam bentuk pemberian honor/ jasa guru-guru mengaji. Guru-guru tersebut juga akan direkrut menjadi guru tahfizh dalam rangka optimalisasi pembinaan program tahfizh di Lima Puluh Kota. (Kesra)

Sampaikan komentar & saran