Lima Puluh Kota Gelar Lokakarya P2KP


Post by : Bagian Humas Sekretariat Daerah, 16 September 201505:20:12
1961 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

“Pemkab Lima Puluh Kota berkomitmen penuh meningkatkan kualitas permukiman dan infrastrukturnya untuk mengurangi kawasan kumuh hingga 0% sekaligus meningkatkan akses air minum dan sanitasi hingga 100%.

Sekitar 37.407 hektar kawasan pemukiman di Indonesia dalam kondisi kumuh dan hanya sekitar 67,7% pemukiman yang mendapatkan pelayanan air minum. Begitu pula akses pelayanan sanitasi, data Kementerian PU menyebut baru sekira 59,7% penduduk.

            “Ini merupakan tantangan berat pembangunan pemukiman di Indonesia. Melalui program pengembangan pemukiman yang berkelanjutan, diharapkan tahun 2019 masyarakat Indonesia mampu mencapai 100% akses air minum, 0% kawasan kumuh hingga 0% serta 100% akses sanitasi,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang diwakili Kabid Fisik dan Sarana Prasarana Bappeda Ir. Em Nofri, M.Si dalam sambutannya pada acara pembukaan lokakarya sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP) di aula kantor Camat Payakumbuh, Selasa (15/9).

            Untuk mewujudkan program prakarsa pemukiman 100-0-100 tersebut, lanjut Em, semua pihak yang terkait dalam P2KP diharapkan mampu menjalin kerjasama dan sinergis dengan baik. Begitu juga acara lokakarya dan sosialisasi, hendaknya menjadi ajang pembelajaran dan diskusi demi terwujud peningkatan kualitas pemukiman penduduk.

            “Pemkab Lima Puluh Kota berkomitmen penuh meningkatkan kualitas permukiman dan infrastrukturnya untuk mengurangi kawasan kumuh hingga 0% sekaligus meningkatkan akses air minum dan sanitasi hingga 100%. Namun, program ini hanya akan berhasil dengan dukungan masyarakat,” ujar Em.

            Sebelumnya Asisten Mandiri P2KP Kabupaten Lima Puluh Kota Herman Orba kepada Singgalang menyebut P2KP merupakan program baru sebagai kelanjutan dari program PNPM Mandiri Perkotaan.

Saat ini tengah dilakukan pendataan masyarakat oleh Tim Perencanaan Partisipatif di masing-masing nagari di Kecamatan Payakumbuh yang menjadi lokasi P2KP tersebut. Pendataan baseline data 100-0-100 terhadap kondisi rumah tangga dan kondisi lingkungan fisik pemukiman tersebut dilakukan terhadap 7 indikator.

“Indikator dalam pendataan itu antara lain  terhadap bangunan perumahan, jalan lingkung, sanitasi, kodisi draenase, air limbah, persampahan dan pengamanan bahaya kebakaran. Dari hasil pendataan itu akan diperoleh kondisi profil kumuh pada masing-masing nagari, apakah kumuh ringan, sedang ataukah  kumuh berat,” terang Herman.

Output dari data tersebut, lanjut Herman, tersusunnya indikasi kegiatan dari tahun 2015 sampai 2019. Dari data yang ada akan diketahui apakah di nagari itu perlu dibangun draenase, tempat sampah, jalan atau lainnya.

Data itu selanjutnya akan diserahkan kepada Pemkab Lima Puluh kota untuk berikutnya dibuatkan Surat keputusan Bupati yang menetapkan sebagai kawasan kumuh. Selanjutnya dilaporkan ke pusat guna dimasukan kedalam kawasan prioritas kumuh skala nasional.

            “Dengan adanya lokakarya dan sosialisasi yang berlangsung selama 2 hari ini kita berharap adanya kesamaan pemahaman terhadap P2KP sehingga terjadinya kolaborasi dalam pencapaian target 100-0-100 ini,” ujar Herman. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran