FGD Tim Riset Kalaborasi Indonesia di Sitanang Sebagai Sarana Transfer Ilmu Pemanfaatan Goa


Post by : Bagian Protokoler dan Komunkasi Pimpinan, 17 September 202209:43:20
30 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Limapuluh Kota - Focus Group Discussion (FGD) Tim Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban dinilai sangat strategis sebagai transfer ilmu dalam pemanfaatan Goa sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Limapuluh Kota, hal ini diungkapkan Bupati Lima Puluh Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saat memberikan sambutan,Kamis (15/9)

Lebih lanjut ia mengatakan kehadiran akademisi tentunya akan menggali potensi serta merumuskan metode yang tepat, guna meningkatkan pesona gua di masing-masing kenagarian di Lareh Sago Halaban. 

"Ini tak lepas dari potensi pariwisata di Limapuluh Kota cukup variatif. Ini yang mesti dikembangkan secara bersama, harus ada campur tangan pihak ketiga terutama dari Perguruan Tinggi” ujar Safaruddin

Ke depannya akan muncul potensi ekonomi sehingga menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah tambah orang nomor satu di Kabupaten Lima puluh Kota ini.

Sementara Ketua Tim RKI Hamdi, M.Si 
FGD ini terlaksana tak lepas dari misi pengabdian kepada masyarakat, Hal ini berawal dari hasil penelitian enam mahasiswa yang telah dilaksanakan semenjak 2009. 

"Tidak hanya itu, pengembangan pariwisata gua tentunya dapat menjaga pelestarian alam", tutur Hamdi. 

Ia juga menjelaskan tujuan RKI kali ini untuk mengkaji pemanfaatan gua sebagai pusat edukasi bagi akademisi, pelajar maupun wisatawan yang tertarik berwisata gua. 

Walinagari Sitanang Hardison Datuak Tulahir mendukung penuh kegiatan riset tersebut. Menurutnya, dengan adanya riset dan penelitian dari perguruan tinggi nantinya bisa menjadi acuan nagari dalam mengambil kebijakan untuk pengembangan pariwisata. 

Dengan tema "Pemanfaatan Gua sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan dan Wisata Edukasi untuk meningkatkan Generating Income Masyarakat" diikuti oleh empat Perguruan Tinggi, yakni Universitas Negeri Padang, Universitas Padjajaran, Universitas  Andalas, Universitas Malang Nantinya akan ada sebanyak 14 orang pakar dari empat perguruan tinggi tersebut yang akan diterjunkan ke Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Sampaikan komentar & saran