Diskominfo LPK Adakan FGD Perumusan Smart Branding Lima Puluh Kota


Post by : Dinas Komunikasi dan Informatika, 17 Juli 201914:56:39
348 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Lima Puluh Kota, Diskominfo - Diskominfo Lima Puluh Kota mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Smart Branding Kabupaten Lima Puluh Kota di Gedung LPSE , Tangjung Pati, Rabu, (03/07).

Yang menghadiri FGD ini adalah OPD terkait Smart Branding denga narasumber Kepala BKSDA, Dr. Ir. Erly Sukrismanto, dan Kepala KPHL Lima Puluh Kota , Ismet Fanani, S.Hut.

Sasaran dari Smart Branding adalah adanya peningkatan daya saing daerah dengan penataan wajah kota dan pemasaran potensi daerah baik dalam hidup lokal, nasional, maupun internasional. City Branding merupalan salah satu strategi dari pemasaran suatu kota untuk positioning yang besar dan kuat dalam regional maupun secara global.

Smart branding akan memberikan identitas dari kota yang berguna untuk memasarkan segala aktifitas dari kota terutama potensi pengembangan daerah, antara lain wisata, budaya, produk lokal dan landmark kota. 

Mulya Herman dari Dinas Pariwisata memaparkan perkembangan dan perencanaan objek wisata alam harau yang akan pembangunan taman bermain untuk anak, rehab bangunan sarana dan di kawasan pulau bermain anak, pembangunan rumah pohon di taman aka barayun, pembangunan plaza puzat jajanan kuliner. 

"Wisata alam merupakan alam dimana dimana setelah kita keluar daei wisata alam tersebut, akan membuat kita bersyukur betapa indahnya alam ini. Maka dari itu, peetimbangkan sebaik-baiknya untuk pembangunan yg lain-lain di wisata alam tersebut.", ucap Erly Sukrismanto.

Ismet Fanani juga menyampaikan pemanfaatan hutan salah satunya yaitu pemanfaatan jasa lingkungan seperti pemanfaatan jasa aliran air, pemanfaatan air, wisata alam, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan perlindungan lingkungan, dan penyerapan / penyimpanan karbon.

"Pemanfaatan jasa lingkungan tersebut limitatif sepanjang tidak mengubah bentang alam, tidak merusak keseimbangan unsur-unsur lingkungan, dan yang pasti tidak merusak fungsi utamanya.", lanjut Ismet.

Sampaikan komentar & saran