PROGRAM KUR SOLUSI PERMODALAN PETANI


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 22 September 202010:42:58
57 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Revitalisasi pembiayaan ditujukan untuk mendorong dan menjamin ketersediaan permodalan/pembiayaan untuk pengembangan usaha tani. Hal ini perlu dilakukan mengingat akses petani terhadap sumber sumber-sumber permodalan/pembiayaan masih terbilang rendah. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota melalui kegiatan Fasilitasi Pembiayaan Pertanian telah melaksanakan rapat koordinasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama bank pelaksana, yaitu Bank Nagari, BRI, BNI dan Bank Mandiri pada Tanggal 22 Juli 2020 di ruang pertemuan Distanhortbun Kabupaten Lima Puluh Kota. Rapat Koordinasi ini dilanjutkan dengan Temu Usaha Pembiayaan Pertanian di tingkat Kecamatan yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari Bulan Agustus hingga Bulan September 2020.

Dari kegiatan Temu Usaha Pembiayaan yang telah dilaksanakan di 13 (Tigabelas) Kecamatan diperoleh data realisasi KUR hingga saat ini adalah sebesar Rp 1.353.000.000,- (Tiga milyar tiga ratus lima puluh tiga juta rupiah) dengan jumlah petani yang memanfaatkan KUR sebanyak 25 (Dua puluh lima) orang, sedangkan permohonan petani yang sedang diproses oleh bank pelaksana KUR sebanyak 22 (Dua puluh dua) orang petani dengan jumlah rencana pinjaman Rp 515.000.000,- (Lima ratus lima belas juta rupiah).

Kepala Bidang Prasarana Sarana Pembiayaan dan Penyuluhan Ir. Masmariel menyampaikan bahwa dengan adanya Program KUR petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal, dimana dari kegiatan ini diharapkan biaya produksi pertanian tidak lagi menjadi penghalang dalam peningkatan produksi pangan dan terget realisasi KUR untuk sektor pertanian sebesar Rp 3,3 milyar bisa tercapai hingga akhir Desember 2020. /PSPL

Sampaikan komentar & saran