Kesbang Gelar Sosialisasi Wasbang


Post by : Bagian Humas Sekretariat Daerah, 31 Juli 201513:40:01
2108 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

“Modal besar itu tak akan banyak memberikan arti bila mentalitas bangsa ini belum berubah ke arah yang lebih baik. Meski memiliki potensi besar, namun selama mental itu belum berubah, maka bangsa ini akan tertinggal dari bangsa lain,”

Generasi muda rentan terkontaminasi pengaruh globalisasi. Jika salah memahami globalisasi, bisa terjerumus kepada perilaku negatif yang merusak citra budaya dan sikap mental bangsa.

Bupati Lima Puluh Kota diwakili Kepala Bidang Idiologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbang dan Politik Kabupaten Lima Puluh Kota Irwansyah, SH mengatakan hal itu dalam sambutannya pada acara pembukaan sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, baru-baru ini.

“Kita tidak ingin semangat persatuan, persaudaraan, keramahtamahan dan menjunjung tinggi hukum serta HAM generasi muda di daerah ini rusak akibat salah dalam memahami globalisasi,” ungkap Irwansyah sembari menyebut untuk itu ke depan komitmen untuk menjadi bangsa yang besar perlu diperkokoh dengan menanamkan sikap dan perilaku nilai-nilai luhur pancasila dan bela negara.

Dikatakan, Indonesia memiliki modal dan kekuatan untuk menjadi bangsa yang besar dan negara yang kuat. Modal itu antara lain luas wilayah, jumlah penduduk, kekayaan alam, budaya, kesatuan bahasa, ketaatan pada ajaran agama dan sistim pemerintahan republik yang demokratis.

“Modal yang besar itu tak akan banyak memberikan arti bila mentalitas bangsa ini belum berubah ke arah yang lebih baik. Meski memiliki potensi besar, namun selama mental itu belum berubah, maka bangsa ini akan tertinggal dari bangsa lain,” ujar Irwansyah.

Lebih lanjut dijelaskan, peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara merupakan tindakan dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan mengoptimalkan pengembangan serta pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan. Guna, pemberdayaan dan pengiuatan kesadaran berbangsa dan bernegara serta menumbuhkan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai kecintaan pada bangsa dan negara.

“Karenanya, sosialisasi wawasan kebangsaaan yang kita laksanakan ini tak hanya semata untuk mendapatkan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air, tetapi diharapkan mampu menggugah kekuatan mental dan fisik masyarakat khususnya generasi muda,” papar Irwansyah.

Menjawab Sinamar usai acara, Irwansyah mengatakan, sosialisasi itu diikuti aparatur pemerintahan nagari, badan musyawarah, tokoh masyarakat, bundo kanduang dan pemuda Nagari Koto Tinggi. Sedangkan nara sumber antara lain dari Badan Kesbang dan Politik, Kodim 0306/50Kota serta dari Polres Lima Puluh Kota.

Pada tempat terpisah Kepala Badan Kesbang dan Politik Kabupaten Lima Puluh Kota Elfirahmi, S,Sos kepada Sinamar senada mengatakan, sosialisasi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa dan semangat kebangsaan di kalangan masyarakat dan juga mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita nasional dalam kerangka NKRI.

“Nilai-nilai luhur budaya bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini harus dilestarikan, terutama bagi generasi muda Ini penting dilakukan mengingat perkembangan sekarang cukup banyak nilai budaya barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia,” ucap Elfirahmi.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi, lanjut Elfirahmi, para peserta diharapkan akan lebih mencintai negara ini dan lebih memahami tentang cita-cita bangsa yang dikehendaki para penduhulu untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan makmur dalam bingkai kesatuan NKRI.

“Melalui sosialisasi ini kita berharap peserta akan lebih memiliki pemahaman terhadap wawasan kebangsaan yang diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat,” tuntas Elfirahmi.

Sosialisasi itu menampilkan pemateri dari Kodim 0306/50 Kota yang disampaikan AKP Tarmizi dengan judul Kesadaran bela negara dalam mendukung ketahanan bangsa. Sedangkan dari Polres Lima Puluh Kota disampaikan Kapten Hariadi dengan materi tentang kelompok radikal atau garis keras. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran