Sejumlah Seni Tradisional Terancam Hilang


Post by :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: user_name

Filename: limapuluhkota/v_beritadetail.php

Line Number: 263

Backtrace:

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/views/limapuluhkota/v_beritadetail.php
Line: 263
Function: _error_handler

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/controllers/Limapuluhkotaterkini.php
Line: 90
Function: view

File: /var/www/clients/client42/web41/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

, 28 April 201506:53:47
3132 dibaca

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: link

Filename: limapuluhkota/v_beritadetail.php

Line Number: 279

Backtrace:

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/views/limapuluhkota/v_beritadetail.php
Line: 279
Function: _error_handler

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/controllers/Limapuluhkotaterkini.php
Line: 90
Function: view

File: /var/www/clients/client42/web41/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

/84Tradisional.jpg" alt="File foto tidak ditemukan !!!" class="rounded" style="height: auto;">

Lah tatingga silek jo randai….

Jo saluang jarang nan pandai….

Nan gadih-gadih lah lupo jo tingkuluak tanduak…

Nan mudo lah lupo jo saluak….

 

Potongan lirik lagu ciptaan Husin Daruhan, SH, M.Si yang pernah mewakili Propinsi Sumatera Barat dalam lomba tingkat nasional tahun 2010 silam itu jelas menceritakan semakin diitinggalkannya seni budaya Minangkabau oleh generasi muda dewasa ini. Kaum muda sepertinya lebih menyukai kesenian dan budaya luar ketimbang dari negerinya sendiri.

Tak hanya itu, fakta lainnya, seni dan budaya peninggalan nenek moyang tersebut semakin tergerus dan sudah banyak yang terlupakan. Bahkan beberapa jenis kesenian lama seperti musik Sampelong, Kecapi, Sijobang, Tari Batoboh dan lainnya nyaris tidak kelihatan dan tidak dikenal lagi oleh generasi muda.

Begitu pula budaya sehari-hari. Sepertinya anak muda lebih menyukai  berpakaian dan berpenampilan ala Korea dengan gaya rambut kemerah-merahan atau kebarat-baratan. Bahkan selera musiknya, mereka lebih memilih boy band and girl band dan tari moderen.

Bila ditanya, barangkali siapapun di daerah ini tidak ingin seni budaya nenek moyangnya hilang dan digantikan kebudayaan luar. Karenanya, jangan sampai generasi meninggalkan kebudayaan tradisional itu dan menganggap peninggalan nenek moyang tersebut kebudayaan kuno yang wajar saja ditinggalkan.

Seniman Kabupaten Lima Puluh Kota Husin Daruhan kepada Sinamar di Sarilamak baru-baru ini mengaku prihatin dan berharap sejumlah kesenian tradisional di daerah ini diangkat dan dikembangkan lagi. Bila tidak, bukan menutup kemungkinan tradisi tempo lalu tersebut benar-benar akan hilang ditelan zaman.

“Harus disadari, sejumlah kesenian tradisional kita seperti Sampelong, Kecapi, Sijobang dan lainnya sangat sulit ditemukan dan tampil menjadi hiburan anak negeri. Padahal, dulunya musik itu senantiasa tampil menyemarakan alek masyarakat dari malam hingga pagi,” ungkap Husin yang juga Sekretaris DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota ini.

Kurang tahunya generasi dengan kesenian dan budaya khas daerah ini, tentu tidak terlepas dari kenyataan kurangnya sosialisasi kepada generasi muda tersebut. Menyikapi ini, agaknya berbagai pihak terkait perlu mensosialisasikan kesenian kita dan budayatersebut agar bisa di kenal generasi bahkan oleh masyarakat luar.

“Kita berharap berbagai kesenian dan budaya unik itu benar-benar terjaga dan lestari. Jangan sampai kekayaan seni budaya warisan nenekmoyang tersebut punah digilas arus globalisasi,” ujar seniman tahun 1980 itu.

Perlu Ivent

Untuk menjaga identitas Minangkabau tersebut, pemenang lomba cipta lagu Minang tingkat nasional secara berturut-turut tahun 1992, 1994 dan 1996 ini menyebut salahsatunya dengan cara mengadakan berbagai ivent dan memunculkan kembali seni tradisional tersebut. Selain itu menjadikan kesenian dan budaya tradisional tersebut sebagai hiburan berbagai pesta atau perhelatan masyarakat dan pemerintah.

Dengan begitu, ke depan tradisional yang sangat jarang dipentaskan dan terancam punah tersebut bisa dikenal generasi muda lagi. Masih sebagai upaya pelestarian, ke depan sepertinya juga perlu dilakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru kesenian guna mambangkik batang tarandam

“Selain motivasi dari pihak pemerintah daerah, kita juga berharap kondisi ini ikut menjadi perhatian serius para seniman. Menyikapi ini, sepertinya perlu temu seniman,” papar pencipta lagu-lagu para calon kepala daerah tersebut.

Menurutnya, upaya melestarikan seni dan budaya tradisional menuntut kekompakan berbagai pihak dan saling mendukung, termasuk dari para seniman. Apalagi di daerah ini cukup banyak seniman seperti Hanapi yang dikenal menguasai alat musik tradisional dan Salmidar yang dikenal karena musik Talempongnya.

“Selain dorongan dan motivasi dari pemerintah daerah serta dukungan dari DPRD, kesenian tradisIonal ini butuh perhatian seniman,” papar Husin sembari berharap, kearifan lokal itu terus diperkenalkan dan dijadikan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

“Untuk mengangkatnya, mengapa kita tidak menampilkan tradisi langka itu dalam setiap acara resmi daerah,” lanjut Husin.

Menurutnya, siapapun yang peduli dengan kesenian tradisional ini berharap, peninggalan nenek moyang itu tetap hidup dan berkembang seiring perkembangan zaman. Jangan sampai kesenian tersebut punah dan tinggal cerita lantaran senimannya sudah meninggal dan tidak ada regenerasi.

“Kita tidak ingin sejumlah kesenian dan budaya lama tersebut hilang di tengah generasi dan tinggal jadi cerita legenda,” tutur Husin.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan transportasi atau globalisasi cukup mempengaruhi kesenian dan budaya dewasa ini. Teknologi yang semakin canggih dan ilmu pengetahuan kian luas tidak sedikit budaya barat yang ikut masuk ke daerah ini dan membuat banyak generasi muda lebih memilih budaya luar itu ketimbang budaya tradisional.

Lebih memprihatinkannya, kini sudah semakin jarang sekali ditemui ada anak muda yang tertarik dengan kebudayaan tradisional.  Cepat atau lambat kondisi ini akan membuat seni bduaya tersebut akan semakin hilang.

“Keberadaan seni budaya kita semakin mengkhawatirkan. Para remaja lebih cenderung dengan budaya yang mereka anggap lebih modern  dan tidak tertarik untuk melestarikan budaya sendiri,” ulang Husin.

Sementara, kesenian tradisional itu merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dilestarikan. Jangan sampai khasanah budaya itu tersisih karena kalah saing dari kesenian atau hiburan luar yang senantiasa ditayangkan media. Sebab, kenyataannya teknologi informasi atau teknologi komunikasi cukup mampu menyuguhkan pilihan hiburan yang lebih beragam.

Selain tayangan televisi, anak muda sekarang lebih senang menghabiskan waktunya dengan mengakses internet dan mereka merasa lebih bangga berpakaian orang barat ketimbang pakaian daerah sendiri.

“Kita berharap tidak ada generasi muda yang menganggap seni budaya tradisional ketinggalan zaman,” ulang Husin.

Harapan senada ikut dilontarkan Wakil Ketua DPRD Deni Astra, S.Si. Menurutnya, sejumlah kesenian yang terancam punah itu harus diangkat kembali.

“Kita tidak ingin peninggalan nenek moyang itu hilang begitu saja. Karenanya berharap instansi terkait berusaha mengangkat kembali kesenian yang sudah terancam punah tersebut,” tutur Deni. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran