TANAM PADI JAJAR LEGOWO LEBIH MENGUNTUNGKAN


Post by : Dinas Tanaman Pangan, 31 Agustus 201519:48:48
6238 dibaca

File foto tidak ditemukan !!!

Istilah Jajar Legowo berasal dari bahasa jawa yang berasal dari kata �lego (lega)� dan dowo (panjang)�. Tanam Jajar Legowo atau biasa disingkat �Jarwo� merupakan suatu upaya merekayasa pertanaman padi sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Tanaman yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada dibarisan tengah sehingga diharapkan memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak. Teknologi tanam sistem jarwo ini telah direkomendasikan oleh Balitbangtan sebagai salah satu paket teknologiPengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) agar diterapkan petani, karena mampu memberikan keuntungan buat petani, antara lain : 1. Sistem Jarwo dapat menambah populasi tanaman padi sekitar 30% 2. Dengan adanya barisan kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/ lorong. 3. Tanam dengan sistem jarwo ini dapat mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus, karena hama tikus kurang suka tinggal dilahan yang terbuka, disamping itu dilahan yang relative terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan. 4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan. 5. Dengan menerapkan tanam sistem jarwo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Karena semakin banyak intensitas matahari yang mengenai tanaman, maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang lebih baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, perlu dilakukan pemilihan ukuran jarak tanam. Pada tanah yang kurang subur cukup diberi jarak tanam 20x20 cm, untuk tanah yang lebih subur dapat diberi jarak yang lebih lebar yaitu 22,5 cm, sedangkan pada tanah yang sangat subur jarak tanamnya bisa 25x25 cm, ini dipakai biasanya untuk varietas padi yang memiliki penampilan lebat dan tinggi sehingga perlu jarak tanam yang lebih lebar. Ada beberapa pilihan tipe jarwo yang bias dipilih petani, diantaranya adalah : a. Tipe legowo (2:1) Adalah cara tanam padi dimana pada setiap dua baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris. Jarak yang dipakai adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir)x 40 cm (barisan kosong). Dengan demikian berarti seluruh tanaman dikondisikan seolah-olah menjadi tanaman pinggir. Penerapan system jarwo (2:1) ini dapat meningkatkan produksi padi dengan gabah kualitas benih, jadi system jarwo ini akan sering dijumpai pada pertanaman untuk tujuan penangkaran atau produksi benih. b. Tipe legowo (3:1) Adalah cara tanam padi dimana pada setiap tiga baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Modifikasi tanaman pinggir dilakukan pada baris tanaman ke-1 dan ke -3 yang diharapkan dapat diperoleh hasil tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke -1 dan ke -3) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. c. Tipe legowo (4:1) Adalah cara tanam padi yang pada setiap empat baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem jarwo ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke -4 akan menjadi tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-4) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. d. Tipe legowo (5:1) Adalah cara tanam padi yang pada setiap lima baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem jarwo ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke -5 akan menjadi tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-5) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. e. Tipe legowo (6:1) Adalah cara tanam padi yang pada setiap enam baris tanaman diselingi satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem jarwo ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke -6 akan menjadi tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-6) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. Dalam penerapannya dilapangan dan dari hasil penelitian diketahui bahwa tanam tipe legowo 4:1 lebih menguntungkan karena lebih efektif dan efisien dalam biaya produksi terutama pupuk dan benih sehingga dapat memberikan hasil produksi gabah yang lebih tinggi. Dengan ini diharapkan para petani mau beralih dan menerapkan tanam jarwo untuk meningkatkan produksi padinya.

Sampaikan komentar & saran