Wali Nagari Curhat ke Bupati


Post by :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: user_name

Filename: limapuluhkota/v_beritadetail.php

Line Number: 263

Backtrace:

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/views/limapuluhkota/v_beritadetail.php
Line: 263
Function: _error_handler

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/controllers/Limapuluhkotaterkini.php
Line: 90
Function: view

File: /var/www/clients/client42/web41/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

, 15 Maret 201616:14:41
2143 dibaca

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: link

Filename: limapuluhkota/v_beritadetail.php

Line Number: 279

Backtrace:

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/views/limapuluhkota/v_beritadetail.php
Line: 279
Function: _error_handler

File: /var/www/clients/client42/web41/web/application/controllers/Limapuluhkotaterkini.php
Line: 90
Function: view

File: /var/www/clients/client42/web41/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

/1603161115_wali-nagari-curhat-ke-bupati.jpg" alt="File foto tidak ditemukan !!!" class="rounded" style="height: auto;">

Rapat koordinasi sepertinya menjadi ajang curhat bagi para wali nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota. Buktinya, dalam rapat bersama Bupati Ir. Irfendi Arbi, MP di ruang rapat bupati, pihak wali nagari lebih banyak menyampaikan keluhan dan harapannya. “Kami berharap honor kami bisa dibayarkan setiap bulan. Jangan seperti selama ini, gaji kami baru bisa diterima pada bulan ke empat,” ungkap Wali Nagari VII Koto Talago Yon Hendri dihadapan Bupati dalam rapat koordinasi dengan para pengurus Forum Wali Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota (Forwanaliko) di ruang rapat bupati, kemaren. Tak hanya soal honor, Yon Hendri juga mengadukan lambatnya penyampaian petunjuk teknis (Juknis) penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBN). Bahkan hingga pertengahan bulan Maret ini Juknis itu tak kunjung sampai ke nagari. “Plafon anggaran sudah ada, tetapi kami tidak tahu anggaran itu masuk ke mana. Buntutnya, penyusunan APBN menjadi molor,” ungkap Yon Hendri. Selain itu ia juga mengharapkan pihak DPPKAD segera mencairkan anggaran nagari kalau nagari sudah selesai menyusun APBN-nya. Jangan seperti selama ini pencairan menunggu sejumlah nagari lain menyiapkan penyusunan APBN-nya. “Kami berharap pencairan dana nagari tidak lagi menunggu penyelesaian APBN nagari lain. Akibat keterlambatan penyusunan APBN nagari lain, nagari kami yang sudah lebih duluan menyusun APBN tetap saja terlambat menerima kucuran dana,” sesal Yon hendri yang dianggukan wali nagari lainnya. Menyikapi keluhan para wali nagari tersebut, Irfendi langsung memintak klarifikasi dari salah seorang Kabid DPPKAD dan sejumlah pejabat lainnya. Mendapati jawaban dari dinas terkait, bupati seketika memerintahkan DPPKAD untuk memenuhi tuntutan para wali nagari tersebut. “Kalau honor wali nagari bisa dibayarkan setiap bulan, mengapa harus ditangguhkan hingga bulan ke empat. Begitu pula Juknis penyusunan APBN nagari dan pencairan APBN nagari, jika bisa secepatnya mengapa harus diperlambat,” ujar Bupati. Lebih lanjut Irfendi juga mengapresiasi para wali nagari yang secara terbuka memberikan berbagai informasi terkait dengan pembangunan nagari dan daerah. Menyimak pentingnya pertemuan dengan para pemimpin pemerintahan terbawah itu, bupati meminta anak buahnya mengagendakan rapat rutin setiap bulannya dengan wali nagari. Dalam kesempatan itu putera Koto Tangah Simalanggang itu juga mengingatkan wali nagari agar segera memiliki perangkat yang ahli di bidang keuangan. Begitu juga Camat, diharapkan bisa memberikan pelatihan-pelatihan tentang keuangan bagi perangkat nagari. Sebab, dana yang akan di dapat nagari sudah jauh bertambah hingga lebih dari Rp1 milyar. “Ke depan dana buat nagari mencapai Rp1 milyar lebih. Ini menuntut nagari harus siap dengan teknis pengelola keuangannya agar nantinya tidak berurusan dengan aparat hukum,” papar Irfendi. Bila nagari sudah siap dengan perangkatnya, tentunya bisa dipastikan tidak ada yang perlu ditakutkan nagari. “Kalau takut, kita tidak akan maju-maju,” ingat Irfendi sembari menekankan perlu nagari membekali kemampuan perangkatnya tentang bidang keuangan. Pada bagian lain Irfendi juga menyebut semua pihak harus bersatu membangun Lima Puluh Kota, termasuk dengan Wali Nagari merupakan poros terdepan dalam pembangunan daerah ini. (hendri gunawan)

Sampaikan komentar & saran