berita-image-haeder

Lirik Sistem Banyumas, Sampah Akan Diolah Jadi Produk Bernilai Di Lima Puluh Kota

Kamis, 07 Mei 2026

Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika

0 Kali

Berita ini dibaca

0 Kali

Berita ini dibagikan

berita-image

Banyumas,--- Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam membenahi persoalan sampah terus ditunjukkan. Usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, melanjutkan agenda belajar pengelolaan sampah modern ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2026).

‎Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mencari sistem pengelolaan sampah yang efektif, modern, dan memiliki nilai ekonomi serta sesuai untuk diterapkan di daerah. ‎Dalam kunjungan itu, Bupati Safni didampingi Ketua TP-PKK Lima Puluh Kota, Asra Yanti Safni, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lima Puluh Kota, Nopriyadi Syukri, ST. Kedatangan rombongan disambut langsung Bupati Banyumas periode 2025–2030, Sadewo Tri Lastiono.

‎Di Banyumas, rombongan mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir yang melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sampah yang masuk ke TPS 3R maupun Pusat Daur Ulang dipilah sesuai jenisnya untuk kemudian diolah kembali menjadi produk yang bernilai ekonomi.

‎Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan pupuk organik, sedangkan sampah anorganik didaur ulang menjadi berbagai produk turunan. Bahkan, sampah bernilai rendah juga diolah menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). ‎Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas juga mampu menghasilkan paving blok, genteng plastik, pupuk organik, hingga bahan bakar alternatif dari sampah. ‎Sistem tersebut dinilai berhasil karena hampir seluruh sampah dimanfaatkan kembali dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Bupati Safni menyebut, sistem Banyumas dan Ciamis memiliki keunggulan masing-masing dan sangat memungkinkan untuk diadopsi di Kabupaten Lima Puluh Kota. ‎“Ciamis kuat dari sisi kesadaran masyarakat melalui bank sampah, sementara Banyumas sudah maju dengan teknologi pengolahan modern. Dua sistem ini sangat bagus jika dikombinasikan,” ujar Safni.

‎Menurutnya, arah pengelolaan sampah di Lima Puluh Kota ke depan bukan lagi sekadar membuang sampah ke TPA, melainkan bagaimana sampah bisa selesai dari sumbernya dan memiliki nilai manfaat. ‎“Kita ingin nanti tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan tersisa. Sampah harus bisa dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali,” katanya.

‎Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan alat dan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat. ‎Karena itu, Pemkab Lima Puluh Kota akan mulai mendorong edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan bank sampah di nagari, hingga kemungkinan pengembangan pengolahan berbasis RDF dan produk turunan lainnya. ‎“Ini bukan pekerjaan instan, tapi kita ingin mulai membangun sistem yang berkelanjutan. Sampah bukan lagi beban, tapi bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tutupnya. (rdo)