berita-image-haeder

Berikan Bantuan Bibit Komoditas Pertanian, Bupati Pastikan Ketersediaan Bibit Unggul Secara Mandiri Di Daerah

Selasa, 07 April 2026

Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika

4 Kali

Berita ini dibaca

0 Kali

Berita ini dibagikan

berita-image

LIMA PULUH KOTA --Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mulai memperkuat sektor pertanian dari hulu melalui pengembangan pembibitan terpadu, salah satunya di Anugerah Farm, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Senin (6/4/2026). Tahun ini, dilakukan uji coba pembibitan sebanyak 20 ribu bibit alpukat yang akan didistribusikan ke nagari-nagari dan kelompok tani yang telah terdata di Dinas Pertanian.  Program ini menjadi langkah awal untuk memastikan ketersediaan bibit unggul secara mandiri di daerah.

Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, menyebut penguatan pembibitan merupakan fondasi penting dalam mendorong produktivitas pertanian. “Ini langkah awal. Ke depan kita dorong lebih besar lagi, agar kebutuhan petani bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” ujar Safni. Selain itu, pada tahun 2026 Pemkab Lima Puluh Kota juga akan menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa pengembangan perkebunan seluas 6.000 hektare, masing-masing 2.000 hektare untuk komoditas kakao, kopi, dan kelapa.

Di balik penguatan dari sisi hulu tersebut, Safni menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan tetap berada pada peran penyuluh pertanian di lapangan. Seperti yang disampaikannya saat Rapat Koordinasi penyuluh pertanian se-Kabupaten Lima Puluh Kota di Gedung IPHI Tanjung Pati. Bupati kembali menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produksi pertanian. “Kalau kita masih bekerja dengan cara lama, hasilnya akan tetap sama. Kita butuh lompatan dan inovasi, dan itu harus dimulai dari penyuluh,” tegasnya.

Menurut Bupati penyuluh tidak boleh sekadar hadir menjalankan program, tetapi harus mampu menciptakan perubahan nyata bagi petani karena tantangan pertanian ke depan semakin kompleks, sehingga penyuluh dituntut menjadi penghubung antara teknologi dengan apa-apa yang dibutuhkan petani. “Jangan hanya datang membawa program, tapi pulang tanpa dampak. Petani harus lebih paham, lebih terampil, dan lebih produktif,” katanya.

Melalui bantuan pembibitan ini Bupati Safni berharap untuk tiga tahun kedepan Kabupaten Lima Puluh Kota bisa benar-benar menjadi "Central Of Agro", sebagai daerah yang mampu menjadi pusat komoditas pertanian yang unik di masing-masing nagari. "Namun ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan semua pihak di bidang pertanian," pungkas Bupati Safni.(*)