Lakukan Penanaman Perdana Bibit Alpukat Dan Peninjauan Bibit Kakao, Bupati Pastikan Pe....
Pertanian | Kamis, 09 April 2026
Sabtu, 11 April 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
8 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
Lima Puluh Kota, Diskominfo -- Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota kian memantapkan langkah untuk mengembalikan kejayaan komoditas kakao yang pernah menjadi kebanggaan sekaligus tulang punggung ekonomi masyarakat. Di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, Pemkab hadir dengan tekad besar: menanam kembali semangat kejayaan itu melalui program ambisius penanaman 2 juta batang kakao di berbagai wilayah potensial di tahun 2026.
Program ini tidak sekedar mimpi, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan mendukung penuh rencana Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang dengan mengalokasikan anggaran untuk 2 juta bibit pohon kakao hibrida. Kegiatan pembibitan kakao juga berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota langsung, CV Hadistira Jaya Kencana, yang berlokasi di Jorong Gando, Nagari Piobang ditunjuk Kementan sebagai penyedia bibit hibrida TSH-858 dan ICS-60.
Tidak hanya berfokus pada produksi bibit unggul, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Warga Nagari Piobang dilibatkan secara aktif dalam proses persemaian, perawatan, hingga distribusi bibit, menciptakan efek ekonomi berganda (multiplier effect) di wilayah tersebut.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kebangkitan kakao adalah bagian dari visi besar daerah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan, di masa lalu kakao dari Lima Puluh Kota pernah dikenal luas karena kualitasnya yang unggul dan menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga.
“Kakao pernah menjadi primadona yang mengangkat perekonomian masyarakat kita. Hari ini, kita tidak hanya mengenang, tapi kita bergerak untuk mengembalikannya—bahkan dengan skala yang lebih besar dan sistem yang lebih baik dan disokong penuh Pak Mentan, Andi Amran Sulaiman,” tegas Bupati Safni dengan penuh optimisme.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah tanaman yang ditanam, tetapi dari sejauh mana petani mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah komprehensif mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani.
Di lapangan, semangat optimisme mulai terasa. Masyarakat, khususnya para petani, menyambut baik langkah pemerintah daerah ini. Bagi mereka, program pengembangan kakao bukan hanya sekadar bantuan, tetapi sebuah harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup.
“Kalau program ini benar-benar berjalan seperti yang direncanakan, kami yakin ekonomi petani akan jauh lebih baik. Kakao bisa jadi andalan baru,” ungkap Nono, salah seorang petani di Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanhortbun, Witra Porsepwandi, menjelaskan bahwa kesiapan lahan telah melalui kajian teknis yang komprehensif. “Kami telah melakukan identifikasi terhadap lahan-lahan yang memiliki kesesuaian agroklimat untuk kakao. Mulai dari kondisi tanah, curah hujan, hingga aksesibilitas menjadi pertimbangan utama agar pengembangan ini tidak gagal di tengah jalan,” jelasnya.
Sesuai instruksi Bupati, Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pendampingan terpadu bagi para petani. “Kami tidak akan melepas petani berjalan sendiri. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya, hingga pengendalian hama dan pascapanen akan kita dampingi. Harapannya, kualitas kakao yang dihasilkan mampu bersaing dan memiliki nilai tambah,” ujarnya. (MFS/Kominfo).
Pertanian | Kamis, 09 April 2026
Pertanian | Selasa, 07 April 2026
Pertanian | Senin, 06 April 2026
Pertanian | Rabu, 04 Februari 2026
Pertanian | Selasa, 30 Desember 2025