Dprd Lima Puluh Kota Gagas 2 Ranperda Inisiatif, Dari Trantibum Hingga Pesantren Dan D....
Pemerintahan | Senin, 25 Mei 2026
Selasa, 02 Juni 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
2 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
Limapuluh Kota, Diskominfo,- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota (Pemkab) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia" di Halaman Kantor Bupati, Sarilamak pada Senin (01/06/26) pagi.
Upacara yang digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni tersebut berlangsung dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha, selaku Inspektur Upacara.
Turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta para tamu undangan lainnya
Dalam sambutannya, Wabup Ahlul Badrito Resha membacakan pidato tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menyoroti relevansi nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya untuk keutuhan dalam negeri, tetapi juga sebagai jawaban atas tantangan perdamaian global.
?Pada kesempatan tersebut, Wabup menegaskan bahwa tanggal 1 Juni lebih dari sekadar seremoni tahunan. Peringatan ini harus menjadi momentum refleksi bersama.
?"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi," ucapnya di hadapan para peserta upacara.
Ia memaparkan bahwa keberagaman Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik bisa tetap berdiri kokoh dalam satu ikatan kebangsaan karena Pancasila hadir sebagai jangkar moral menghadapi turbulensi global, baik berupa disrupsi teknologi maupun dinamika geopolitik.
?Lebih lanjut, amanat tersebut juga menekankan peran aktif bangsa Indonesia di kancah internasional. Sesuai dengan pembukaan UUD 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mewujudkan ketertiban dunia. Nilai-nilai musyawarah mufakat dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat krusial saat ini untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik.
?"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks di buku sejarah. Mari jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari", tutupnya. (*)
Pemerintahan | Senin, 25 Mei 2026
Pemerintahan | Jumat, 22 Mei 2026
Pemerintahan | Rabu, 20 Mei 2026
Pemerintahan | Kamis, 07 Mei 2026
Pemerintahan | Rabu, 06 Mei 2026