Pemkab Kembali Perpanjang Masa Transisi Darurat Ke Pemulihan Bencana
Bencana | Selasa, 23 Juni 2026
Senin, 06 Juli 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
2 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
LIMA PULUH KOTA, DISKOMINFO --- Komitmen memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Dipimpin langsung Bupati Safni Sikumbang, Pemkab menggelar Apel Pengukuhan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Sulam Naga sekaligus Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana di Kecamatan Suliki, Minggu (5/7/2026).
Dalam amanatnya Bupati Safni Sikumbang menegaskan, bahwa Lima Puluh Kota memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun juga menyimpan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran, hingga bencana alam lainnya.
Karena itu, menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat melalui peningkatan kapasitas serta penguatan budaya siaga bencana.
"Kampung Siaga Bencana merupakan wadah untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi risiko bencana. Melalui KSB, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya, melakukan langkah-langkah pencegahan, serta bertindak cepat dan tepat ketika terjadi bencana," ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat atas dukungan dalam pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Suliki. Menurut Bupati, pengukuhan pengurus KSB bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Saya berharap para pengurus yang telah dikukuhkan mampu menjadi motor penggerak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, membangun sistem peringatan dini di tingkat nagari, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya
penanggulangan bencana," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, Indra Suriani, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana sekaligus mempersiapkan masyarakat agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Menurutnya, melalui program tersebut masyarakat dibekali pemahaman mengenai tingkat risiko bencana di nagari masing-masing sehingga mampu melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini.
"Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana sekaligus mempersiapkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana. Masyarakat harus memahami potensi dan risiko bencana di wilayahnya sehingga mampu melakukan antisipasi secara mandiri," ujar Indra Suriani.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan Kampung Siaga Bencana dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Mitigasi yang mendapat dukungan teknis dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota. Pada kesempatan itu, Indra Suryani juga menyampaikan bahwa Kampung Siaga Bencana (KSB) Sulam Naga memiliki kepengurusan sebanyak 60 orang yang direkrut dari enam nagari di Kecamatan Suliki, yakni Nagari Andiang, Suliki, Limbanang, Tanjung Bungo, Kurai, dan Sungai Rimbang.
"Pengurus ini merupakan perwakilan masyarakat dari enam nagari yang nantinya menjadi ujung tombak dalam edukasi, mitigasi, dan penanganan awal apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing," jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel pengukuhan, pembacaan ikrar siaga bencana, serta simulasi penanganan bencana yang melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat. Pada kesempatan itu, Kementerian Sosial RI juga menyerahkan bantuan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana senilai Rp157.577.500 untuk Kecamatan Suliki. Bantuan tersebut mencakup dukungan pembentukan Kampung Siaga Bencana, fasilitasi pembentukan beserta logistik Lumbung Sosial, serta pelaksanaan program Tagana Masuk Sekolah.(*)
Bencana | Selasa, 23 Juni 2026
Bencana | Selasa, 28 April 2026
Bencana | Rabu, 15 April 2026
Bencana | Jumat, 13 Februari 2026
Bencana | Minggu, 25 Januari 2026