Pemkab Lima Puluh Kota Kembali Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni, Bupati Safni Targetk....
Bencana | Senin, 07 September 2026
Senin, 07 September 2026
Penulis: Dinas Komunikasi dan Informatika
3 Kali
Berita ini dibaca
0 Kali
Berita ini dibagikan
Lima Puluh Kota, Diskominfo -- Daerah kita sudah akrab dengan bencana, "kita tidak ingin tercecer dalam hal penanganan bencana. Berupa ada air, ada tanah, ada api, ada udara, kali ini yang kita hadapi adalah udara", kata Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor secara terpadu guna menyusun langkah antisipasi, pencegahan, pemantauan, dan penanganan secara cepat tepat dan terkoordinasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi di ruang rapat Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, Senin (7/9/2026).
Wabup Ahlul Badrito Resha menekankan, adapun dasarnya, bentuknya dan rupanya kita harus memanimalisir tidak satupun menjadi korban, ini bisa kita cegah
hari ini kita sudah melihat kondisi udara sudah dalam kategori tidak sehat dan kita bergerak harus stilmutan.
Kondisi kualitas udara di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan kondisi tidak sehat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat lingkungan aktivitas pendidikan, perekonomian dan pelayanan publik
khususnya dalam menghadapi peningkatan konsentrasi partikulat di udara potensi kabut asap, dampak terhadap kelompok rentan serta kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi kualitas udara, ucap Ahlul Badrito Resha.
"Kita harus melakukan tindakan nyata tidak perlu mencontoh daerah lain tapi lihat kondisi daerah kita itulah yang sangat luas sekali", kata Ahlul Badrito Resha.
Dalam penanganan kabut asap ini ada berapa hal yang bisa kita lakukan, yang pertama Satu sumber data terpacaya resmi dari pemerintahan. Penyamaan gerak lintas sektor hingga koordinasi mudah dilakukan. Mitigasi pencegahan salah satunya seruan kepala daerah dalam memberikan informasi resmi, ucap Ahlul Badrito Resha.
Percepat tindakan nyata pembagian masker, dan memasang satu alat ukur kondisi udara, maka siapapun bisa mendokumentasikannya, tambah Ahlul Badrito Resha.
Ahlul Badrito Resha juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait. Langkah pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan dampak polusi, terutama selama kualitas udara belum kembali ke kondisi baik.(*)
Bencana | Senin, 07 September 2026
Bencana | Rabu, 12 Agustus 2026
Bencana | Kamis, 23 Juli 2026
Bencana | Senin, 06 Juli 2026
Bencana | Selasa, 23 Juni 2026